Proyek Kereta Cepat Dikebut, Sampai Mana Progresnya?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 16 Des 2020 07:30 WIB
Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tetap jalan di tengah pandemi COVID-19
Foto: Dok. PT KCIC
Jakarta -

Proyek kereta cepat Jakarta Bandung terus dikebut. Hingga kini progress konstruksinya sudah mencapai 64,4%.

Salah satu konstruksi yang baru selesai adalah salah satu lintasan terowongan bawah tanah alias tunnel no 1 yang terletak 2,5 km dari lokasi Stasiun Kereta Cepat di kawasan Halim, Jakarta Timur.

Terowongan memiliki panjang 1.885 meter, Direktur Utama konsorsium Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra mengatakan kontruksinya menggunakan bor TBM terbesar di Asia Tenggara, proses pengeboran ini juga dijamin tidak pengaruhi aktivitas masyarakat.

"Terowongan tunnel satu ini berhasil ditembus sepanjang 1.855 meter. Ini dikonstruksikan dengan alat TBM terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, sehingga proses pengeboran terowongan ini tak pengaruhi aktivitas masyarakat," kata Chandra dalam acara persemian di lokasi proyek Tunnel, Selasa (15/12/2020).

Dia melanjutkan, selesainya tunnel ini membuat progress terakhir proyek kereta cepat menjadi 64,4%. Tunnel yang ada di Halim sendiri merupakan 5 terowongan dari 13 tunnel yang sudah selesai pengerjaannya.

"Tuntasnya tunnel satu ini membawa proyek kereta cepat Jakarta Bandung mencapai titik penyelesaian 64,4%. Di lapangan, angka ini merepresentasikan 5 dari 13 tunnel yang ditembus," ujar Chandra.

Kemudian Chandra juga memaparkan ada 1.741 tiang jalur kereta layang yang sudah dipasang dan akan siap disambungkan.

"1.741 bottom peer sudah berdiri dan siap disambungkan di sepanjang jalur kereta cepat Jakarta Bandung," jelas Chandra.

Selain itu, Chandra juga mengatakan pihaknya akan segera melakukan pemasangan lintasan rel kereta cepat. Bagaimana persiapannya?

Chandra mengatakan saat ini pihaknya akan segera mendapatkan rel untuk kereta cepat. 12 ribu lintasan rel kereta cepat akan segera tiba di Indonesia, dikirim dari China.

"12 ribu lintasan rel kereta cepat sedang memasuki proses pengiriman dari Tiongkok ke Indonesia secara bertahap," kata Chandra.

Dia mengatakan pihaknya sudah menyiapkan tempat penyimpanan untuk 12 ribu lintasan rel itu di Bandung. Tepatnya di daerah Tegalluar. Bila sudah sampai pihaknya akan memulai pemasangan lintasan rel kereta cepat.

"Relnya segera mulai bisa dipasang, saat ini relnya sudah jalan ke pelabuhan di Indonesia diharapkan akhir tahun sudah datang. Kita sudah siapkan storagenya ada di Tegalluar," kata Chandra.

Chandra juga mengatakan beberapa persiapan operasional yang dilakukan pihaknya selain melakukan pembangunan infrastruktur kereta cepat. Salah satunya adalah menyiapkan sumber tenaga listrik yang akan bekerja sama dengan PLN, dia menyebut akan ada 4 titik sumber tenaga yang dibutuhkan kereta cepat.

"Kalau untuk power-nya (tenaga listrik) sedang kita siapkan sama PLN. Nanti akan ada 4 titik," kata Chandra.

Kemudian ada juga sistem persinyalan radio yang khusus dipakai untuk kereta cepat. Saat ini pihaknya sedang berkomunikasi dengan Telkomsel soal penyediaannya, dan bersama Kemenkominfo untuk regulasi persinyalannya.

(fdl/fdl)