Luhut Minta Kontraktor Kereta Cepat RI Belajar dari China, Kenapa?

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 16 Des 2020 08:30 WIB
Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar (Andika-detikcom)
Foto: Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar (Andika-detikcom)

Basuki berpesan agar Konsorsium Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyiapkan antisipasi banjir imbas dari proyek kereta cepat Jakarta Bandung. Dia menegaskan, kejadian banjir yang dipicu oleh proyek kereta cepat seperti di awal tahun ini tidak boleh terjadi lagi.

"Khususnya juga dalam menghadapi musim hujan di tahun baru 2020-2021. Saya berharap tidak terjadi lagi banjir yang terjadi di jalan tol," ujar Basuki dalam sambutannya lewat video di acara yang sama.

Basuki pun mengingatkan agar KCIC tetap menjaga lingkungan sekitar lokasi proyek, pasalnya proyek ini bersinggungan dengan pemukiman dan juga infrastruktur lainnya.

"Penting juga untuk menjaga lingkungan, karena ini lewati pemukiman dan infrastruktur lainnya seperti LRT dan jalan tol," kata Basuki.

Basuki juga meminta KCIC bisa bekerja lebih baik dan rapih dalam mengerjakan konstruksi kereta cepat. Dia juga menegaskan agar protokol kesehatan tetap dilakukan pada lokasi proyek.

"Ke depan konsorsium pelaksana kereta cepat Jakarta Bandung agar tetap semangat kerja lebih baik dan lebih rapih dan menerapkan protokol kesehatan," tegas Basuki.

Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra sendiri mengatakan tahun ini pihaknya sudah bersiap diri untuk mengantisipasi banjir. Menurutnya, KCIC, Kementerian PUPR, dan Kementerian Perhubungan sudah membentuk sebuah tim untuk berkoordinasi dan mengantisipasi banjir yang bisa terjadi.

"Tahun lalu kan kurang koordinasi, meski kita semua ini sudah masing-masing bersiap. Kali ini, kita sudah buat PMO pelaksana manajemen untuk antisipasi. Ini sudah berjalan, ketuanya dari PUPR, saat ini berjalan koordinasinya cepat sekali. Ada tim dari Jasa Marga juga," ujar Chandra.

Halaman

(fdl/fdl)