Ada Proyek MRT Fase II, Begini Rekayasa Lalu Lintas di Thamrin

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 18 Des 2020 13:06 WIB
Pembangunan proyek Moda Raya Terpadu (MRT) fase II sudah mulai berjalan. Proyek ini akan menyambung Bundaran HI hingga Kota Tua.
Proyek MRT Jakarta Fase II/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

PT MRT Jakarta akan melakukan manajemen rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Hal itu dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas di tengah pembangunan proyek MRT Jakarta fase 2A.

Adapun MRT fase 2A akan dibangun sepanjang 2,6 kilometer (km), menghubungkan Bundaran HI ke Harmoni. Nantinya akan ada pengerjaan lintasan bawah tanah dan dua stasiun pada proyek fase 2A ini.

Hingga bulan Maret tahun depan akan ada dua tahap pembangunan penting dalam proyek ini. Dua tahap itu adalah pengerjaan tunelling alias lintasan bawah tanah dan pembangunan Stasiun MRT Thamrin.

"PT MRT Jakarta bersama Shimizu-Adhi Karya Joint Venture (SAJV) selaku kontraktor pelaksana akan melakukan penataan lalu lintas untuk pekerjaan konstruksi Stasiun Thamrin dan persiapan pekerjaan tunneling," ujar Corporate Secretary Division Head Muhamad Kamaluddin, dalam keterangannya, Jumat (18/12/2020).

Untuk tahap konstruksi Stasiun MRT Thamrin, rekayasa lalu lintas akan dibagi menjadi dua periode. Berikut rinciannya:

1. Periode 19 Desember 2020 - 10 Februari 2021

a. Pelayanan halte eksisting TransJakarta Bank Indonesia (BI) akan dipindahkan ke halte sementara pada jalur pejalan kaki di depan Gedung Bank Indonesia (arah Kota) dan ke halte sementara TransJakarta pada jalur pejalan kaki di depan area Thamrin 10 (arah Blok M).
b. Jalan M.H Thamrin sisi barat (arah Kota) mulai dari depan gedung BPPT hingga gedung Bank Indonesia, dan Jalan M.H Thamrin sisi timur (arah Blok M) mulai dari depan gedung Kementerian ESDM hingga Thamrin 10, yang semula terdiri dari 5 lajur kendaraan reguler dan 1 jalur khusus TransJakarta (5+1), berubah menjadi 4 lajur kendaraan regular dan 1 lajur campur (mixed traffic) antara lajur TransJakarta dan kendaraan regular (4+1).
c. Pekerjaan yang dilakukan adalah pembongkaran median tengah eksisting, relokasi sementara Menara Jam Thamrin dan perkerasan beton untuk area kerja median tengah.

2. Periode 11 Februari 2021 - 31 Maret 2021

a. Jalan M.H. Thamrin sisi barat (arah Kota) mulai dari depan BPPT hingga halte sementara TransJakarta Bank Indonesia, yang semula terdiri dari 4 lajur kendaraan regular dan 1 lajur TransJakarta (4+1), dibagi 2 menjadi sisi kiri median tengah dan sisi kanan median tengah. Sisi kiri median tengah menjadi 2 lajur kendaraan regular dan 1 lajur campur (mixed traffic) antara lajur TransJakarta dan kendaraan regular (2+1), serta sisi kanan median tengah menjadi 2 lajur kendaraan regular.
b. Jalan M.H Thamrin sisi timur (arah Blok M) mulai dari depan Kementerian ESDM hingga halte sementara TransJakarta Thamrin 10 tetap dengan konfigurasi 4
lajur kendaraan regular dan 1 lajur campur (mixed traffic) antara lajur TransJakarta dan kendaraan regular (4+1).

Kemudian untuk tahap pengerjaan tunelling MRT Jakarta juga dibagi menjadi dua periode rekayasa lalu lintasnya. Begini rinciannya:

1. Periode 19 Desember - 6 Februari 2021

a. Jalan M.H Thamrin sisi barat setelah Proyek Indonesia One, yang semula terdiri dari 4 lajur kendaraan regular dan 1 lajur TransJakarta (4+1), dibagi 2 menjadi sisi kiri median tengah dan sisi kanan median tengah. Sisi kiri median tengah menjadi 2 lajur kendaraan regular dan sisi kanan median tengah menjadi 2 lajur kendaraan regular dan 1 lajur campur (mixed traffic) antara lajur TransJakarta dan kendaraan regular (2+1).
b. Sementara mulai dari Lippo Thamrin hingga Menara Topas kembali menjadi 4 lajur kendaraan regular dan 1 lajur TransJakarta (4+1).
c. Tidak terjadi perubahan lajur pada Jalan M.H Thamrin sisi timur.
d. Pekerjaan yang dilakukan adalah pekerjaan perbaikan tanah (Soil improvement) untuk mendukung pekerjaan peluncuran mesin bor terowongan (Tunnel Boring Machine) di Jalan M.H Thamrin sisi barat, serta pembersihan dan perkerasan jalan median tengah.

2. Periode 7 Februari 2021 - 24 Maret 2021

a. Jalan M.H Thamrin sisi barat setelah Proyek Indonesia One berubah dengan konfigurasi sisi kiri median tengah menjadi 3 lajur kendaraan regular, dan sisi kanan median tengah menjadi 1 lajur kendaraan regular serta 1 lajur campur (mixed traffic) antara lajur TransJakarta dan kendaraan regular (1+1).
b. Sementara mulai dari Lippo Thamrin hingga Menara Topas kembali menjadi 4 lajur kendaraan regular dan 1 lajur TransJakarta (4+1).
c. Tidak terjadi perubahan lajur pada Jalan M.H Thamrin sisi timur.
d. Pekerjaan yang dilakukan adalah persiapan pekerjaan tunneling (sisi timur).

(ara/ara)