Proyek Konstruksi cs Wajib Pakai Produk Lokal Bisa Kebut Pemulihan Ekonomi

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 04 Jan 2021 06:45 WIB
Di tengah pandemi Covid-19, sejumlah pekerja proyek Tol Becakayu tidak mengikuti protap kesehatan. Bekerja bekerja tanpa memakai masker.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mau mewajibkan penggunaan produk dalam negeri dalam proyek konstruksi dan properti. Dengan belanja produk dalam negeri dan menekan impor, pemulihan ekonomi bisa dikebut.

Wakil Ketua DPR Koordinator Industri dan Pembangunan Rachmat Gobel menilai langkah yang dilakukan Basuki tepat demi memulihkan ekonomi yang terdampak pandemi. Langkah ini, katanya perlu juga diikuti oleh kementerian lain.

"Kebijakan Menteri PUPR sangat strategis bagi upaya pemulihan ekonomi sehingga perlu diikuti kementerian lain. Langkah ini harus mendapat dukungan penuh, termasuk oleh Lembaga Kebijakan Penggadaan Barang dan Jasa Pemerintah atau LKPP agar daya ungkit APBN terhadap pemulihan ekonomi nasional menjadi lebih bertenaga," kata Rachmat Gobel, Senin (4/1/2020).

Pada September 2019 lalu, DPR telah menyetujui pengesahan APBN 2021 dengan total belanja negara sebesar Rp 2.750 triliun. Secara keseluruhan belanja kementerian dan lembaga pada 2021 mencapai Rp 1.032 triliun atau sekitar 37,5% dari total belanja negara. Alokasi ini mengalami peningkatan 23,3% dibandingkan APBN 2020 sebesar Rp 836,4 triliun.

Rachmat menyebut, anggaran tersebut bisa dipergunakan dengan optimal untuk belanja produk dalam negeri.

"Belanja kementerian dan lembaga harus bisa digunakan semaksimal mungkin untuk membeli produk dalam negeri agar memberi dampak yang optimal bagi pemulihan ekonomi. Jangan lagi terjadi belanja negara lebih banyak dimanfaatkan untuk membeli produk impor yang hanya menguntungkan negara lain," ujarnya

Rachmat menyatakan, kewajiban penggunaan produk lokal akan mempunyai multiplier effect yang besar terhadap perekonomian dan industri nasional. Tidak hanya akan menghemat penggunaan devisa, sekaligus menggerakkan industri manufaktur sehingga mampu memperluas lapangan kerja dan mengurangi tekanan terhadap pengganguran.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono akan melarang penggunaan barang impor untuk seluruh proyek properti dan konstruksi di bawah Kementerian PUPR. Ia menegaskan, belanja barang dari APBN untuk proyek properti dan konstruksi harus menggunakan produk lokal.

"Produk lokal ini harus. Tidak hanya untuk perumahan, tapi semua konstruksi, terutama yang ada di bawah Kementerian PUPR sesuai arahan Bapak Presiden. Kalau tahun sebelumnya kita memprioritaskan produksi dalam negeri, tapi tahun 2021 ini tagline-nya adalah tidak boleh impor," tegas Basuki dalam diskusi virtual bertajuk Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Sektor Perumahan beberapa waktu lalu.

Basuki mengatakan, program ini berbeda dengan tahun 2020. Pasalnya, penggunaan produk lokal bukan hanya prioritas, tapi memang harus. Sehingga, apabila ada barang yang hanya ada di luar negeri, maka pemerintah akan mencari cara bagaimana barang itu juga bisa diproduksi di Indonesia.

"Jadi beda, yang kemarin adalah memprioritaskan produk dalam negeri, tapi 2021 belanja barang tidak boleh impor. Karena kita ingin membuka lapangan kerja. Kalau tidak bisa diproduksi dalam negeri, pabriknya harus ada di dalam negeri," kata Basuki.

(das/zlf)