3 Fakta Tol Kayu Agung-Palembang yang Baru Diresmikan Jokowi

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 26 Jan 2021 19:30 WIB
Tol Kayuagung-Palembang
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Tol Kayu Agung-Palembang sepanjang 42,5 km hari ini telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jalan bebas hambatan ini merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

"Alhamdulillah jalan Tol Kayu Agung-Palembang sepanjang 42,5 km sudah selesai, sudah rampung dan siap untuk digunakan pada hari ini," kata Jokowi saat menyampaikan sambutan di persemaian tol tersebut, ditayangkan melalui saluran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (26/1/2021).

Berikut ini fakta-fakta menarik tol tersebut:

1. Dibangun di Atas Rawa

Danang menjelaskan tol ini bukan merupakan proyek yang bersifat penugasan dari pemerintah. Jadi, tantangan pembangunannya disebut cukup besar, baik dari sisi kelayakan bisnis maupun dari sisi teknis.

"Di mana dari 42,5 km ini, 22 km itu berada di atas tanah rawa yang membutuhkan proses teknologi vacuum untuk perbaikan tanah dasar," tambahnya.

2. Pangkas Waktu Tempuh

Jokowi menjelaskan dari Bakauheni ke Palembang biasanya memakan waktu hingga 12 jam perjalanan darat, dengan estimasi panjang jarak tempuh 373 km. Lewat tol, waktu yang dibutuhkan hanya 3-3,5 jam.

"Dengan selesai dan beroperasinya jalan tol ini, jarak tempuh dari Bakauheni ke Palembang yang berjarak 373 km yang biasanya ditempuh 12 jam perjalanan darat, sekarang hanya perlu waktu 3 sampai 3,5 jam," jelasnya.

3. Manfaat Tol Kayu Agung-Palembang

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, Tol Kayu Agung-Palembang ini merupakan poros terpenting dari JTTS.

"Poros utama, backbone (tulang punggung) Sumatera bagian Selatan, ruas terakhir yang menghubungkan Pelabuhan Bakauhuni bisa tembus sampai ke Palembang," sebutnya.

Jokowi juga menegaskan tol ini tidak hanya menghubungkan antar wilayah-antar daerah, tetapi juga untuk membangkitkan perekonomian di pulau Sumatera khususnya di Provinsi Sumatera Selatan, dan juga akan menumbuhkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, mengembangkan simpul-simpul pertumbuhan ekonomi yang produktif.

(toy/zlf)