Proyek Tol di DIY Terjang 2 SD, Pemkab Segera Relokasi

Jauh Hari Wawan - detikFinance
Senin, 08 Feb 2021 14:36 WIB
Proyek pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo terus berlanjut meski di tengah pandemi COVID-19. Proyek itu saat ini memasuki tahap pematokan lahan.
Foto: Ragil Ajiyanto: Penampakan Lahan Proyek Tol Yogya-Solo yang Sudah Dipatok
Sleman -

Dua Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta terdampak 2 proyek tol. Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Sleman Sri Adi Marsanto menjelaskan 2 sekolah yang terdampak yakni SDN Nglarang, Tlogoadi, Mlati yang terdampak pembangunan tol Yogya-Solo dan SDN Banyurejo 1, Tempel yang terdampak tol Yogya-Bawen

Pemkab Sleman saat ini berencana untuk merelokasi kedua sekolah itu.

"Ada 2 SD Negeri yang terdampak. Nanti akan dibangunkan gedung yang baru," ujar Sri Adi melalui pesan singkat kepada wartawan, Senin (8/2/2021).

Ia menjelaskan kedua sekolah itu terdampak cukup banyak. Di SDN Nglarang hamper 60 persen tanah terdampak proyek tol. Sementara untuk SDN Banyurejo 1 seluruh bangunan dan tanah terdampak proyek tol.

"SDN Nglarang itu dari luas tanah 3.263 m2 terdampak 60 persen. Sementara SDN Banyurejo 1 luas tanahnya 2.905 m2 seluruhnya terdampak tol," terangnya.

Ia menjelaskan tanah yang ditempati sekolah yang terdampak proyek tol itu merupakan tanah kas desa. Nantinya untuk lokasi pengganti juga akan menggunakan tanah kas desa. Sementara untuk lokasi sekolah yang baru, Adi menjelaskan tidak akan jauh dari lokasi bangunan sekolah yang lama.

"Masyarakat menghendaki kalau bisa sekolah itu dibangun di tempat yang tidak terlalu jauh dari lokasi semula dan kalau bisa masih di padukuhan yang sama yang tidak terdampak tol," jelasnya.

Sementara untuk lahan, Adi menjelaskan saat ini masih dalam tahap pengadaan. Sedangkan untuk proses pembangunan, pihaknya masih menunggu. Pasalnya, berdasarkan informasi yang ia terima, pemerintah pusat yang nanti akan membangun dan menganggarkan.

"Saat ini masih tahap menunggu. Untuk Pemkab Sleman saat ini tahap rencana pengadaan lahannya," pungkas Sri Adi.

(hns/hns)