Ini Daftar Proyek Antibanjir di Jakarta, Kapan Rampung?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 21 Feb 2021 22:15 WIB
Proyek penangkal banjir Jakarta salah satunya sodetan Kali Ciliwung. Sayang, proyek antibanjir yang mulai digarap 2013 ini akhirnya mandek.
Foto: Anisa Indraini
Jakarta -

Sejumlah upaya dilakukan pemerintah, baik pusat dan daerah untuk menangani banjir di ibu kota, Jakarta. Beberapa proyek pun diadakan untuk menangani banjir langganan ini. Apa saja?

Proyek pengendali banjir di Jakarta itu salah satunya ialah normalisasi Sungai Ciliwung. Normalisasi ini dilakukan di sepanjang 33 km. Namun, hingga saat ini baru terealisasi 16 km.

Proyek ini terhambat masalah pembebasan lahan. Pembebasan lahan sendiri menjadi tugas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Direktur Sungai dan Pantai Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Bob Arthur Lombogia mengatakan, pembebasan lahan bukan terkendala masalah harga. Namun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan tersebut.

"Bukan (harga), sebetulnya masalahnya kan belum teralokasi untuk pengadaan lahan. Jadi kalau masalah harga kan tetap mengikuti acuan yang ada, mengikuti harga sesuai harga yang nantinya ada konsultan penaksir harga, namanya kita melakukan appraisal, ada konsultan appraisal yang akan menentukan harganya, ada ketentuannya gitu," ujarnya kepada detikcom, Minggu (21/2/2021).

Lahan menjadi kunci normalisasi Sungai Ciliwung. Jika pembebasan lahan rampung, maka proyek bisa selesai 2 tahun.

"Kalau itu paling lama 2 tahun kalau bebas semua kan cukup banyak 17 km," terangnya.

Proyek pengendali banjir kedua adalah sodetan Ciliwung. Sodetan Ciliwung berupa terowongan dengan panjang sekitar 1.200 m. Dia bilang, realisasi sodetan ini baru terealisasi 600 m.

"Itu kami yang laksanakan, sodetan kan kalau nggak salah dalam bentuk terowongan kalau nggak salah panjangnya 1.200 m, yang sudah dikerjakan dari bawah dari arah Atlet ke arah sodetannya itu sudah 600 m, tinggal 600m yang kita kerjakan dari inletnya dari Sungai Ciliwung. Sekarang kami proses 2021 ada alokasi anggaran mudah-mudahan secepatnya masalah tanah yang ada inlet muara, inlet daripada sodetan itu kita upayakan untuk dibebaskan," terangnya.

Dia mengatakan, pembebasan lahan dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane. Dia berharap, proses pembangunannya memakan waktu 2 tahun.

"Kalau di inlet dari BBWS Cilicis nanti proses pengurusan pembebasan, dananya sudah teralokasi. Mudah-mudahan tahun ini bisa kita mulai lanjutannya untuk sodetan. Kemungkinan sekitar 2 tahun," katanya.

Ketiga, dari sisi hulu pemerintah membangun Bendungan Ciawi dan Sukamahi. Proyek tersebut ditargetkan rampung tahun ini.

"Kalau selesai paling nggak mereduksi kurang lebih 30% debit banjir yang berasal dari hulu Ciliwung," ujarnya.

Tak hanya itu, pemerintah membangun pompa Ancol dan Sentiong untuk mengatasi banjir di wilayah Kemayoran dan Pademangan.

"Kita sementara on going kontraknya untuk pompa Sentiong di Ancol kita pasang pompa dengan kapasitas 50 m3 per detik cukup besar juga ya pompanya," terangnya.

Simak video 'Banjir DKI, Anies Baswedan: 17 RW Masih Terendam':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/dna)