Jokowi Mau Lanjutkan Mega Proyek Hambalang Rp 2,5 T Era SBY

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 16 Mar 2021 12:12 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan dia tidak berminat menjadi presiden untuk 3 periode
Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Pertama, kepala negara memerintahkan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit secara menyeluruh proyek tersebut. Kedua, berkaitan dengan audit teknis yang mencakup kelayakan proyek secara struktur.

Berdasarkan catatan detikcom, proyek Hambalang mulai dapat izin mendirikan bangunan pada 2010 lalu dan targetnya akan selesai Desember 2012. Kala itu PT Adhi Karya menjadi salah satu perusahaan pemegang tender proyek.

Proyek yang menyedot anggaran sekitar Rp 2,5 triliun itu digadang-gadang bakal menjadi pusat pelatihan olahraga yang bertaraf Internasional. Namun selama pembangunannya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengendus adanya praktek korupsi yang dilakukan sejumlah pihak.

KPK melihat adanya 'kongkalikong' antara sejumlah pihak sejak perencanaan pembangunan proyek ini. Sejumlah nama pun terlibat dalam skandal korupsi Hambalang mulai dari eks Menpora era Presiden SBY Andi Mallarangeng, eks Direktur Operasional PT Adhi Karya (Persero) Teuku Bagus Mukhamad Noor, hingga eks Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Dalam audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), total kerugian negara dari proyek Hambalang mencapai Rp 706 miliar. Jumlah tersebut didapat dari hasil audit investigasi BPK pada periode 2012-2013 yang sudah dikukuhkan di pengadilan dalam beberapa kasus korupsi, yang melibatkan nama-nama petinggi pemerintahan kala itu.

Selain itu, BPK juga menemukan adanya pembayaran atas proyek Hambalang yang digelembungkan hingga Rp 514 miliar. Laporan ini, pun telah diserahkan kepada BPKP untuk ditindaklanjuti.

Sejak adanya praktek korupsi itu, proyek pembangunan Hambalang dihentikan. Apakah Jokowi berhasil melanjutkan kembali megaproyek Hambalang? Kita tunggu saja ya detikers.


(aid/fdl)