Tol Cengkareng-Kunciran dan Serpong-Cinere Diresmikan Akhir Maret

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 18 Mar 2021 16:42 WIB
Tol Cinere-Serpong
Foto: Tol Cinere-Serpong (Istimewa/dok. Jasamarga)
Jakarta -

Pembangunan jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran dan Tol Serpong-Cinere ditargetkan selesai akhir Maret ini. Hal ini ditegaskan Komisaris Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Yuswanda A Temenggung.

"Di samping beberapa kendala minor yang masih dihadapi, kita optimis kedua ruas tol ini dapat selesai di akhir Maret 2021," kata Yuswanda dalam keterangannya, Kamis (18/3/2021).

Dia menyatakan akses dua jalan tol ini akan jadi alternatif masyarakat untuk melakukan perjalanan di dalam kota dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

"Nantinya jika sudah beroperasi akan menjadi alternatif akses baru bagi masyarakat, terutama menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta," ungkap Yuswanda.

Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran memiliki panjang keseluruhan 14,19 kilometer (km) dan terbagi menjadi 4 seksi. Mulai dari seksi I (Kunciran - Tirtayasa) sepanjang 2,04 km, seksi II (Tirtayasa - Benteng Betawi) sepanjang 3,52 km, dan seksi III (Benteng Betawi - H. Sastranegara) sepanjang 6,57 km.

Lalu yang terakhir Seksi IV (H.Sastranegara - SS Benda) sepanjang 2,06 Km. Hingga saat ini keseluruhan progres konstruksi Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran mencapai 97,01% dengan pembebasan lahan mencapai 97,74%.

Sementara jalan Tol Serpong-Cinere memiliki panjang keseluruhan 10,14 km dan terbagi menjadi dua seksi. Mulai dari seksi 1 Serpong-Pamulang sepanjang 6,59 km dan seksi 2 Pamulang-Cinere sepanjang 3,55 km.

Saat ini, progres konstruksi seksi 1 telah selesai 100% dan siap diresmikan akhir Maret 2021 sedangkan progres konstruksi seksi 2 telah mencapai 79,7% dengan pembebasan lahan mencapai 99,17%.

Jalan tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran dan Cinere-Serpong merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol JORR II yang juga akan terintegrasi dengan Jalan Tol Kunciran-Serpong yang telah lebih dulu dioperasikan oleh PT Marga Trans Nusantara sejak tahun 2019.

(hal/ara)