Proyek DDT Telan Rp 5 T, Menhub: Terima Kasih Presiden, Bu Sri Mulyani

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 20 Mar 2021 17:23 WIB
Pengerjaan proyek jalur dwi ganda atau double double track (DDT) terus dilakukan. Seperti apa perkembangannya?
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pembangunan jalur kereta double-double track (DDT) Manggarai-Cikarang terus dikebut. Proyek DDT terbagi menjadi 3 paket, yaitu Manggarai-Jatinegara, Jatinegara-Bekasi dan Bekasi-Cikarang.

Total anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk menyelesaikan proyek ini bersumber dari APBN senilai Rp 5 triliun.

"Saya sampaikan terima kasih kepada bapak Presiden, bu Sri Mulyani, di mana satu tahun itu Dirjen Kereta Api dialokasikan kurang lebih Rp 10-17 triliun. Tercatat projek double-double track yang ada di Manggarai sampai Cikarang direncanakan lebih dari Rp 5 triliun," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melakukan tinjauan ke Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (20/3/2021).

Adapun yang dimaksud double-double track adalah jalur kereta api dengan 2 lintaran atau 4 rel yang memisahkan operasi jalur KRL dengan jalur kereta api jarak jauh.

"Apa artinya double-double track, artinya ada jalur yang buat luar kota dan dalam kota. Jadi pergerakan-pergerakan itu akan dipisahkan dengan sendiri," katanya.

Dengan adanya DDT diharapkan perjalanan kereta bisa lebih aman dan lebih cepat dari sebelumnya.

"Dengan adanya double-double track maka yang pertama adalah tercapai suatu safety yang lebih bagus. Jadi lintasan itu terjamin dengan 2 lintasan. Yang kedua tentu dengan kebebasan untuk bersilangan maka kecepatan kereta api juga bisa ditingkatkan," sambungnya.

Proyek DDT yang rampung 100% adalah rute Manggarai sampai Jatinegara, dan dari Jatinegara-Bekasi. Secara keseluruhan, pembangunan proyek DDT Manggarai-Cikarang sudah mencapai 98%.

"Saat ini double-double track itu sudah berfungsi sampai dengan Bekasi," ungkapnya.

(hns/hns)