Proyek DDT Manggarai-Jatinegara Rampung, Kapan Dipakai?

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 13 Jan 2021 14:36 WIB
Pengerjaan proyek jalur dwi ganda atau double double track (DDT) terus dilakukan. Seperti apa perkembangannya?
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT Hutama Karya (Persero) telah merampungkan salah satu mega proyek pembangunan Jalur Kereta Api Dwi Ganda atau Double-Double Track (DDT) Paket A pada 16 Desember lalu. Proyek itu menghubungkan dari Manggarai-Jatinegara.

Selama pembangunan, Hutama Karya melakukan joint operation dengan PT Modern Surya Jaya (MSJ) dan PT Mitra Engineering Grup (MEG) selaku perusahaan swasta spesialis pekerjaan rel kereta, dimana porsi Hutama Karya pada proyek ini adalah 41%.

Proyek senilai Rp 1 triliun lebih ini memiliki 2 jalur pekerjaaan yaitu Commuter Line (St. Manggarai - St. Matraman - St. Jatinegara) dengan panjang rel sekitar 1,44 km yang sudah dilakukan uji coba sebelumnya pada pertengahan 2020 lalu, kemudian jalur Bogor Line (St. Cikini - St. Manggarai - St. Tebet) dengan panjang rel 2,22 km yang akan dioperasikan segera.

Direktur Operasi II Hutama Karya Novias Nurendra mengatakan meski pandemi COVID-19 melanda, pengerjaan proyek tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Meski sudah selesai, proyek ini belum bisa dioperasikan karena menunggu jadwal peresmian dalam waktu dekat.

"Belum (beroperasi), segera setelah diresmikan maka akan beroperasi. Saat ini masih menunggu jadwal peresmian," kata Novias, Rabu (13/1/2021).

Proyek ini adalah Pengerjaan Erection Box dengan menggunakan Launcher Gantry melalui metode Span By Span, Pengerjaan Erection Cast in Situ dan Pengerjaan Erection by Shoring. Pembangunan paket A yang menyerap 150 tenaga kerja bertujuan untuk memisahkan jalur kereta api jarak jauh, KRL, dan kereta bandara di Stasiun Manggarai.

Kehadiran DDT Manggarai-Jatinegara ini digadang-gadang akan mempermudah mobilitas masyarakat di wilayah Jabodetabek yaitu dengan bertambahnya jumlah kapasitas pergerakan kereta api jalur Bekasi maupun Bogor line. Selain itu, jalur ganda ini juga mempercepat proses tunggu dan membuat kawasan tertata lebih rapi.

Novias yakin di 2021 sektor konstruksi akan mengalami fase recovery yang didukung oleh dampak positif karena telah dimulainya vaksinasi COVID-19.

"Hal tersebut tentunya akan meningkatkan movement of people sehingga kegiatan konstruksi yang semula tertunda perlahan dapat kembali berjalan normal. Karenanya, perusahaan mengestimasi pertumbuhan bisnis konstruksi Hutama Karya di tahun 2021 khususnya pengusahaan Jalan Tol Trans Sumatera dan bisnis infrastruktur lainnya," tutup Novias.

(fdl/fdl)