Menilik Rencana Bandara Kertajati Jadi Bengkel Pesawat

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 04 Apr 2021 14:28 WIB
Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 24 Mei 2018. Yuk, lihat lagi kemegahannya.
Foto: Istimewa/BIJB
Jakarta -

Pemerintah terus putar otak untuk mencari strategi mengoptimalkan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka. Salah satu yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah membuka bisnis perawatan pesawat atau Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) atau bengkel pesawat.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan hal itu merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk mengembangkan bisnis non penumpang di bandara kebanggaan Jawa Barat.

"Yang paling strategis kita mengusulkan agar Kertajati difungsikan pada fungsi-fungsi yang lain yaitu MRO," kata Budi dilansir dari akun Youtube Sekretariat Presiden, yang tayang 29 Maret 2021 lalu.

Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) itu menjelaskan sudah berdiskusi dengan TNI AU agar bisa melakukan perawatan pesawat milik TNI di Bandara Kertajati.

Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia Tbk untuk membuka bengkel perawatan pesawat di Bandara Kertajati.

"Bahkan GMF sudah mendapatkan license untuk memperbaiki pesawat yang bermerek dari USA. Nah oleh karenanya kita akan segera bangun dan kita akan kembangkan pada lahan-lahan yang sudah dimiliki dan ini akan kita lakukan dengan cepat," terangnya.

Jokowi, lanjut dia juga menginstruksikan agar tak hanya pesawat milik TNI yang melakukan perawatan di Bandara Kertajati, tapi juga instansi pemerintahan lainnya seperti Basarnas, Kemenhub hingga Kepolisian.

"Selain itu kita juga menginginkan MRO ini menjadi suatu MRO tidak saja untuk pemerintah tapi yang akan datang akan digunakan MRO untuk pesawat private yang selama ini melakukan perawatan di luar negeri," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menambahkan bahwa dia telah melaporkan ke Jokowi ada pihak penerbangan internasional di Asia yang juga berminat untuk membuka MRO maskapainya di Bandara Kertajati.

"Jadi Alhamdulillah satu frekuensi. Termasuk Bapak Presiden mengarahkan agar PTDI dan PT Pindad itu dipindahkan juga ke kawasan Aero City Kertajati. Sehingga kawasan PTDI dan PT Pindad di Bandung bisa diubah untuk bisnis yang relevan terhadap wilayah geografisnya yaitu pariwisata," tutur mantan Walikota Bandung itu.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2