Tol Cisumdawu Molor Hampir 10 Tahun, Gara-gara Apa Sih?

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 08 Apr 2021 12:01 WIB
Pembebasan lahan Pasar Sehat Cileunyi, Kabupaten Bandung menjadi penghambat pembangunan Tol Cisundawu di kawasan Cileunyi. Ini foto-foto terkininya.
Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) blak-blakan penyebab Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) molor hampir 10 tahun. Proyek jalan bebas hambatan tersebut dibangun mulai November 2012.

Tol yang bakal menjadi denyut nadi bagi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, hingga kini belum kunjung rampung.

"Yang sekarang ini menjadi isu besar adalah bagaimana kita meningkatkan konektivitas ke ke Bandara Kertajati, ini terhambat oleh Cisumdawu, ini sudah hampir 10 tahun belum selesai," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Hedy Rahadian dalam Rakornis Perhubungan Darat, Kamis (8/4/2021).

Dia menjelaskan beberapa permasalahan yang menghambat pembangunan tol Cisumdawu tersebut, yaitu masalah lahan dan investasi. Soal investasi, dia tak menjelaskan seperti apa duduk perkaranya.

"Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan yang sudah hampir 10 tahun ini belum tuntas karena permasalahan-permasalahan lahan dan juga permasalahan-permasalahan investasi," ungkapnya.

Mengenai permasalahan lahan, Kementerian PUPR menargetkan bahwa pembebasan lahan bakal rampung sebagian besar di April ini. Percepatan terus dilakukan agar pembangunan Tol Cisumdawu dapat dikebut.

Tol Cisumdawu ini diharapkan dapat beroperasi pada awal 2022 mendatang, menghubungkan wilayah Bandung dan sekitarnya dengan bandara kebanggaan warga Jawa Barat.

"Kita targetkan akhir tahun ini bisa kita tuntaskan walaupun itu berat. Tapi kita akan coba kejar sehingga awal tahun depan sudah bisa dioperasikan Cisumdawu, dan itu akan secara signifikan meningkatkan konektivitas utamanya adalah antara Bandung dengan Kertajati," tambah dia.

Simak Video: Tol Cisumdawu, 'Jalan Pintas' Bandung ke Bandara Kertajati

[Gambas:Video 20detik]



(toy/fdl)