Balada Tol Cisumdawu, Hidup Mati Kertajati yang Molor 10 Tahun

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 09 Apr 2021 06:02 WIB
Pembangunan jalan Tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) fase III terus berlangsung. Sudah sampai mana progres pembangunannya?
Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Hidup matinya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka ada di tangan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu). Sebab, jalan bebas hambatan tersebut akan menjadi akses utama menuju bandara.

Sayangnya pembangunan proyek Tol Cisumdawu sudah molor hampir 10 tahun sejak dibangun November 2012 silam. Pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pun blak-blakan penyebab molor.

"Yang sekarang ini menjadi isu besar adalah bagaimana kita meningkatkan konektivitas ke ke Bandara Kertajati, ini terhambat oleh Cisumdawu, ini sudah hampir 10 tahun belum selesai," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Hedy Rahadian dalam Rakornis Perhubungan Darat, kemarin Kamis (8/4/2021).

Dia menjelaskan beberapa permasalahan yang menghambat pembangunan tol Cisumdawu tersebut, yaitu masalah lahan dan investasi. Soal investasi, dia tak menjelaskan seperti apa duduk perkaranya.

Mengenai permasalahan lahan, Kementerian PUPR menargetkan bahwa pembebasan lahan bakal rampung sebagian besar di April ini. Percepatan terus dilakukan agar pembangunan Tol Cisumdawu dapat dikebut.

Tol Cisumdawu ini diharapkan dapat beroperasi pada awal 2022 mendatang, menghubungkan wilayah Bandung dan sekitarnya dengan bandara kebanggaan warga Jawa Barat.

"Kita targetkan akhir tahun ini bisa kita tuntaskan walaupun itu berat. Tapi kita akan coba kejar sehingga awal tahun depan sudah bisa dioperasikan Cisumdawu, dan itu akan secara signifikan meningkatkan konektivitas utamanya adalah antara Bandung dengan Kertajati," tambah dia.

Namun, pemerintah tak mau nasib Bandara Kertajati hanya ditentukan oleh Tol Cisumdawu. Penjelasan lengkapnya di halaman selanjutnya.