Duh! Pengusaha Sebut Proyek Infrastruktur Jokowi Bisa Mubazir

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 09 Apr 2021 12:23 WIB
Pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di kawasan Cigondewah terus dikebut. Begini penampakan terkininya!
Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Sejak tahun 2014, berbagai macam proyek infrastruktur dibangun di tanah air. Mulai dari jalan tol, pelabuhan, bandara, jembatan, bendungan, lumbung pangan, dan sebagainya. Di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), infrastruktur memang menjadi salah satu prestasi andalannya.

Di balik proyek infrastruktur, ada BUMN yang ditugaskan negara untuk membangunnya. BUMN itu pun juga menggaet vendor-vendor lokal untuk membantu pengerjaannya.

Namun, di balik ajakan kerja sama itu, vendor lokal harus menghadapi berbagai tantangan, salah satunya dalam masalah keuangan. Di setiap proyek yang dilelang BUMN, para vendor lokal harus bersaing menawarkan jasa yang murah dengan kualitas terbaik. Sayangnya, meski sudah menekan harga dan memberikan kualitas terbaik, para vendor lokal masih harus menunggu lama untuk menerima pembayaran dari BUMN.

"Mereka (BUMN) kan juga mencari harga terendah. Mereka kan sudah banting harga juga ketika tender. Mereka juga pasti mepet, maka mereka mencari harga yang lebih murah, tapi berkualitas. Tapi ketika sudah murah, berkualitas, tetap lambat pembayarannya, tetap dicicil. Itu yang dikeluhkan teman-teman di daerah," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Andi Rukman N Karumpa kepada tim Blak-blakan detikcom, Kamis (8/4/2021).

Di sisi lain, proyek yang telah dibangun pun tidak secara otomatis membuahkan keuntungan bagi BUMN, sehingga pembayaran kepada vendor lokal semakin molor. Oleh sebab itu, menurut Andi pembangunan infrastruktur bisa menjadi mubazir apabila tak dimanfaatkan dengan baik.

"Ya mubazir, bikin jalan nggak dimanfaatkan karena tidak tumbuh sentra-sentra ekonomi di antara infrastruktur yang harganya triliunan itu," tegas Andi.

Untuk itu, menurutnya sangat penting membangun sentra-sentra ekonomi di sekitar infrastruktur yang sudah dibangun dan menghidupkan. Dengan demikian, proyek yang telah dikerjakan pun tidak sia-sia, justru bisa memberikan multiplier effect bagi masyarakat.

"Saya tidak ingin mengatakan pemerintah tidak punya master plan yang bagus, tidak punya perencanaan yang baik. Karena maksud saya kita menikmati infrastruktur yang ada saat ini. Ini pencapaian yang luar biasa. Tinggal bagaimana jalan tol yang dibangun itu menjadi multiplier effect bagi masyarakat sekitarnya," papar dia.

Ia memberi contoh proyek infrastruktur yang berhasil dibangun dan dibangun Indonesia pada masa Orde Baru. Proyek apa itu, lihat di halaman selanjutnya.



Simak Video "Deretan Proyek Infrastruktur Jokowi yang Mandek Gegara Corona"
[Gambas:Video 20detik]