Saran Buat Jokowi Biar Pembangunan Infrastruktur Tak Mubazir

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 11 Apr 2021 15:46 WIB
Progres pembangunan Rumah Susun Sewa Tingkat Tinggi (RTT) Pasar Rumput terus dikebut. Rencananya proyek tersebut akan selesai pada akhir 2018.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Infrastruktur dibangun dengan biaya yang tidak sedikit, bisa mencapai triliunan rupiah. Misalnya saja pembangunan jalan tol dan bandara, dana yang dianggarkan cukup besar untuk itu.

Namun, akan menjadi mubazir jika infrastruktur yang dibangun tak memberikan banyak manfaat. Tentu harapan dari adanya infrastruktur adalah menciptakan pusat-pusat ekonomi dan industri baru seperti yang sering disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiap kali meresmikan proyek infrastruktur.

"Ini adalah tugas pemerintah provinsi, tugas pemerintah daerah, dan di sepanjang koridor jalan ini masih banyak lahan yang dapat dikembangkan sebagai kawasan yang produktif, ada potensi besar yang bisa dikembangkan, pertanian, perkebunan, pariwisata, pertambangan yang ini akan meningkatkan nilai ekonomi dari produk-produk yang dihasilkan," kata Jokowi waktu meresmikan Tol Kayu Agung-Palembang 26 Januari 2021 lalu.

Direktur Eksekutif Institute Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, untuk melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan yang dibangun infrastruktur butuh faktor lain.

"Pertama di sepanjang kawasan itu memang harus ada kawasan industri. Lahan itu dibebaskan, pemerintah yang tanggung biaya lahannya, jangan dibebankan kepada industri," kata dia kepada detikcom, Minggu (11/4/2021).

Kemudian yang kedua harus ada infrastruktur pendukung, misalnya jalan ke pusat-pusat perekonomian di sekitarnya, infrastruktur energi, telekomunikasi, dan yang tidak kalah pentingnya adalah ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

"Yang sulit kebanyakan penyiapan SDM, sumber daya manusia yang siap bekerja di kawasan di wilayah industri di daerah tersebut," ujarnya.

Dihubungi terpisah, peneliti dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy berpendapat serupa, artinya jalan tol hanya menjadi salah satu alat untuk mendorong pembangunan kawasan industri.

"Harus ada kebijakan lainnya di luar kebijakan infrastruktur untuk kemudian mendorong kawasan Industri," sebutnya.

Tak kalah pentingnya, pemerintah diharapkan sebelum membangun infrastruktur, semisal jalan tol sudah mempertimbangkan rencana jangka panjang terkait penciptaan sentra-sentra ekonomi di sekitarnya.

"Saya kira tentu masalah kepastian pasokan energi, kemudian masalah kepastian upah pekerja, hubungan industrial dengan buruh karena itu merupakan beberapa komponen kalau kita bicara kawasan Industri," paparnya.

Kemudian, pemerintah juga perlu mempertimbangkan akses dari kawasan industri menuju pelabuhan. Itu untuk memudahkan distribusi barang lintas pulau.



Simak Video "Deretan Proyek Infrastruktur Jokowi yang Mandek Gegara Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)