3 Fakta Tol Japek Layang Diganti Nama Pangeran UEA Sheikh MBZ

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 13 Apr 2021 03:10 WIB
Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed (tengah) bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kanan) memberi sambutan saat peresmian pergantian nama tol Jakarta-Cikampek II layang di Bekasi, Jawa Barat, Senin (12/4/2021). Tol layang Japek resmi berubah nama menjadi Jalan Layang MBZ (Mohamed Bin Zayed). ANTARA FOTO/Fakhri Hermanyah/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Jakarta -

Nama Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek telah resmi diganti menjadi Jalan Layang MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan. Sheikh Mohamed sendiri adalah pangeran mahkota Abu Dhabi yang menguasai Uni Emirat Arab (UEA).

Peresmian pengubahan nama jalan tol itu dilakukan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Sejak kemarin, jalan layang terpanjang di Indonesia ini diganti namanya menjadi Jalan Layang MBZ Sheikh Mohamed bin Zayed.

"Mulai dari pagi ini, saya dan Pak Menteri PUPR atas nama Pak Presiden secara resmi mengubah nama Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II elevated resmi menjadi Jalan Tol Layang MBZ, Sheikh Mohamed bin Zayed," kata Pratikno dalam peresmian yang disiarkan lewat YouTube, Senin (12/4/2021).

Berikut ini 3 fakta menarik soal penamaan tol layang Japek menjadi Jalan MBZ Sheikh Mohamed bin Zayed.

1. Alasan Penamaan

Menurut Pratikno latar belakang penamaan Sheikh Mohamed menjadi Jalan Tol Japek Layang adalah untuk menghargai hubungan baik yang terjalin antara Indonesia dengan UEA.

Terlebih lagi, dia mengatakan nama Presiden Joko Widodo sebelumnya juga sudah diabadikan menjadi salah satu nama jalan di pusat ibu kota Abu Dhabi. Penamaan MBZ pada jalan tol layang ini dinilai sebagai penghormatan untuk UEA.

"Sebelumnya, nama jalan Presiden Joko Widodo dicanangkan di Abu Dhabi pada sebuah jalan utama yang strategis antara Abu Dhabi National Exhibition Center menuju ke arah kompleks kedutaan," papar Pratikno.

"Ini penghormatan bangsa Indonesia yang diberikan kepada pemerintah UEA, khususnya untuk Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan. Jadi itu lah latar belakang perubahan nama ini," lanjutnya.

Pratikno juga menjelaskan hubungan diplomatik antara Indonesia dan UEA sudah berlangsung lebih dari 45 tahun sejak tahun 1976. Pratikno juga mengatakan hubungan dengan UEA makin mesra, mulai dari bidang sosial dan kebudayaan maupun bidang ekonomi.