Melihat Lagi Spesifikasi Japek Layang yang Ganti Nama Jadi MBZ

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 12 Apr 2021 18:00 WIB
Kendaraan melintasi Jalan Layang MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed di Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (12/4/2021).
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Putra Mahkota Uni Emirat Arab Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), namanya baru saja diabadikan pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek alias Japek Layang. Per pagi ini nama MBZ resmi disematkan pada jalan tol layang terpanjang di Indonesia ini.

Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian menjelaskan jalan tol layang yang namanya berubah menjadi Jalan MBZ Sheikh Mohamed bin Zayed ini merupakan jalur urat nadi perekonomian Indonesia.

Letaknya pun berada di antara kawasan industri besar dan kawasan permukiman yang sedang berkembang di daerah timur ibu kota Jakarta. Dia menjelaskan jalan tol layang ini rata-rata bisa dilewati 200 ribu kendaraan per harinya.

"Kepadatan lalu lintas di jalur ini sekitar 200 ribu kendaraan per hari. Jadi ini memang menjadi salah satu jalur urat nadi perekonomian Indonesia," papar Hedy, dalam peresmian nama Jalan layang MBZ, yang disiarkan melalui YouTube, Senin (12/4/2021).

Jalan tol layang Jakarta-Cikampek memiliki panjang 36,4 km. Dibangun sejak tahun 2017 dan diresmikan Presiden Joko Widodo pada tanggal 12 Desember 2019 silam.

Tol ini berada tepat di atas jalan tol Jakarta-Cikampek (Japek) eksisting. Membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang Barat (Sta 9+500 sampai dengan Sta 47+500).

Nantinya ketika jalan tol ini dapat dilintasi, pengguna jalan dari arah Jakarta dapat melintas melalui Jalan Tol Dalam Kota, Jalan Tol Wiyoto Wiyono, Jalan Tol JORR dan Jalan Tol Jagorawi.

Kemudian, dapat melanjutkan perjalanan lewat tol Japek II ini untuk menuju Bandung, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Untuk arah sebaliknya pengguna jalan dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Bandung dapat menggunakan Jalan Tol Trans Jawa dan Jalan Tol Cipularang, lanjut melewati tol Japek II menuju Jakarta.

Pada awal pengoperasian, tol ini sempat dikeluhkan banyak pengendara karena strukturnya yang bergelombang. Hingga saat ini, tol ini dilalui kurang lebih 200 ribu kendaraan setiap hari.

"Kehadiran jalan layang ini menambah kapasitas jalan dan memisahkan perjalanan jarak jauh dan dekat, dan menjadi solusi kemacetan dari arah Cikampek atau sebaliknya," ujar Hedy.

Menurut Menteri Sekretaris Negara Pratikno, latar belakang penamaan Sheikh Mohamed menjadi Jalan Tol Japek Layang adalah untuk menghargai hubungan baik yang terjalin antara Indonesia dengan UEA.

Terlebih lagi, dia mengatakan nama Presiden Joko Widodo sebelumnya juga sudah diabadikan menjadi salah satu nama jalan di Abu Dhabi, UEA. Penamaan MBZ pada jalan tol Japek Layang ini dinilai sebagai penghormatan untuk UEA.

"Sebelumnya, nama jalan Presiden Joko Widodo dicanangkan di Abu Dhabi pada sebuah jalan utama yang strategis antara Abu Dhabi National Exhibition Center menuju ke arah kompleks kedutaan," papar Pratikno dalam acara yang sama.

"Ini penghormatan bangsa Indonesia yang diberikan kepada pemerintah UEA, khususnya untuk Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan. Jadi itu lah latar belakang perubahan nama ini," lanjutnya.

(hal/zlf)