3 Fakta Tol Japek Layang Diganti Nama Pangeran UEA Sheikh MBZ

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 13 Apr 2021 03:10 WIB
Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed (tengah) bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kanan) memberi sambutan saat peresmian pergantian nama tol Jakarta-Cikampek II layang di Bekasi, Jawa Barat, Senin (12/4/2021). Tol layang Japek resmi berubah nama menjadi Jalan Layang MBZ (Mohamed Bin Zayed). ANTARA FOTO/Fakhri Hermanyah/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

2. Jalan Jokowi

Seperti yang dijelaskan Pratikno, nama Presiden Joko Widodo memang belum lama ini diabadikan pada sebuah jalan di pusat kota Abu Dhabi oleh pemerintah UEA. Hal itu dilakukan pada Oktober 2020 yang lalu.

Dalam catatan detikcom, Jalan Presiden Joko Widodo berada di salah satu ruas jalan utama. Jalan itu membelah kawasan ADNEC (Abu Dhabi National Exhibition Center) dengan Embassy Area, kawasan yang ditempati sejumlah Kantor Perwakilan Diplomatik.

Lalu, apakah penamaan Sheikh Mohamed pada jalan tol Japek Layang jadi timbal balik usai nama Presiden Jokowi menjadi nama jalan di Abu Dhabi?

Kepala Sekretariat Kepresidenan Heru Budi Hartono menyatakan bahwa benar penamaan Jalan MBZ di Jalan Tol Japek Layang adalah untuk membalas budi atas penamaan Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi. Heru menyebutnya sebagai upaya resiprokal atau saling berbalasan.

"Iya resiprokal," ujar Heru lewat pesan singkat kepada detikcom.

3. Spesifikasi Tol

Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian menjelaskan jalan tol layang yang namanya berubah menjadi Jalan MBZ Sheikh Mohamed bin Zayed ini merupakan jalur urat nadi perekonomian Indonesia.

Letaknya pun berada di antara kawasan industri besar dan kawasan permukiman yang sedang berkembang di daerah timur ibu kota Jakarta. Dia menjelaskan jalan tol layang ini rata-rata bisa dilewati 200 ribu kendaraan per harinya.

"Kepadatan lalu lintas di jalur ini sekitar 200 ribu kendaraan per hari. Jadi ini memang menjadi salah satu jalur urat nadi perekonomian Indonesia," papar Hedy dalam peresmian nama Jalan layang MBZ.

Jalan tol layang Jakarta-Cikampek memiliki panjang 36,4 km. Dibangun sejak tahun 2017 dan diresmikan Presiden Joko Widodo pada tanggal 12 Desember 2019 silam.

Tol ini berada tepat di atas jalan tol Jakarta-Cikampek (Japek) eksisting. Membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang Barat (Sta 9+500 sampai dengan Sta 47+500).

Nantinya ketika jalan tol ini dapat dilintasi, pengguna jalan dari arah Jakarta dapat melintas melalui Jalan Tol Dalam Kota, Jalan Tol Wiyoto Wiyono, Jalan Tol JORR dan Jalan Tol Jagorawi.

Pembangunan Jalan Tol Layang Japek dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Acset Indonusa Tbk (Kerjasama Operasi). Pengusahaannya dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Jalan layang Cikampek (JJC) yang merupakan anak usaha dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan nilai investasi Rp 16,2 triliun

Halaman

(hal/eds)

Tag Terpopuler