Deretan Rekor di Tol Japek Layang yang Berganti Nama Jadi MBZ

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 13 Apr 2021 07:00 WIB
Kendaraan melintasi Jalan Layang MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed di Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (12/4/2021).
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pemerintah mengganti nama tol layang Jakarta-Cikampek (Japek elevated) dengan nama pangeran Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ). Perubahan nama ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri PUPR nomor 417 KPTSM tanggal 8 April 2021.

Tol Japek layang merupakan salah satu tol prestisius di Indonesia. Dalam catatan detikcom, tol ini menorehkan berbagai macam rekor sejak dibangun 2016 lalu.

Pertama, tol layang Japek merupakan jalan bebas hambatan dengan struktur layang terpanjang di Indonesia. Tol ini membentang panjang dari wilayah Junction Cikunir hingga Karawang Barat.

Tol yang juga dikenal dengan nama Japek II atau elevated ini melintasi beberapa bangunan perlintasan eksisting berupa overpass, jembatan penyeberangan orang (JPO), atau Simpang Susun pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek eksisting. Sehingga pada konstruksinya telah dilakukan penyesuaian berupa peninggian elevasi struktur elevated dengan tetap memperhatikan kualitas pemenuhan ketentuan dan persyaratan teknis yang berlaku.

Jalan bebas hambatan ini juga menjadi tol bertingkat (double decker motorway) yang pertama di Indonesia karena dibangun di atas Jalan tol Jakarta-Cikampek. Adapun tujuan dibangunnya jalan tol ini adalah untuk memisahkan pergerakan komuter jarak pendek Jakarta-Bekasi-Cikarang (lajur kolektor/eksisting) dengan pergerakan jarak jauh tujuan Cirebon, Bandung, Semarang, dan Surabaya (lajur ekspres/layang), khususnya golongan I non-bus.

Tol layang Japek juga sempat mencatatkan kredit sindikasi untuk proyek tol terbesar dengan nilai Rp 11,3 triliun. Bahkan, kredit sindikasi ini melibatkan beberapa bank syariah yang total sindikasinya menjadi yang terbesar pernah disumbang dari perbankan syariah, yakni Rp 2,4 triliun. Hal ini juga dicatat oleh Museum Rekor Indonesia atau MURI.

Pada proses pembangunannya, tol ini juga yang pertama dibangun di atas jalan tol yang sudah beroperasi. Penggunaan teknologi Sosrobahu pada proyek ini jadi kunci pembangunan tol dengan meminimalisir penggunaan lahan dan kemacetan.

Penamaan tol dengan nama orang ini pun bisa jadi yang pertama di dunia. Pasalnya, biasanya nama jalan tol mengikuti wilayah yang dilalui ruas tol tersebut.

Adapun pemberian nama Jalan Layang MBZ adalah penghormatan bagi Uni Emirat Arab (UEA) yang telah menjalin hubungan diplomatik di bidang sosial dan budaya dan ekonomi selama 45 tahun dengan Indonesia. Di bidang ekonomi UEA merupakan salah satu negera dengan investasi terbesar di Indonesia khususnya di bidang infrastruktur. Sebelumnya nama Presiden Joko Widodo juga telah dicanangkan sebagai nama salah satu jalan tol strategis di negara penghasil minyak tersebut.

Simak video 'Nama Putra Mahkota UEA Disematkan di Tol Layang Jakarta-Cikampek':

[Gambas:Video 20detik]



(eds/ang)