Cara Unik Warga Klaten Curhat Dampak Proyek Tol

Achmad Syauqi - detikFinance
Minggu, 18 Apr 2021 17:15 WIB
Curhat Warga Klaten soal tol Yogya-Solo
Foto: Curhat Warga Klaten soal tol Yogya-Solo (Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Warga terdampak proyek tol Yogya-Solo di Desa Gatak, Kecamatan Ngawen, Klaten mencurahkan kegundahan hatinya lewat monumen bambu berbentuk stoom wall. Replika alat berat ditempatkan di pojok desa untuk mengenang rumah dan tanah mereka yang sebentar lagi hilang.

"Monumen itu untuk menyongsong tergusurnya rumah saya dan para tetangga kami untuk proyek jalan tol Yogya-Solo. Sini ada dua RT yang terkena," ungkap pembuat replika, Untung Raharjo pada detikcom, Minggu (18/4/2021) siang.

Di RT 11 tempat tinggalnya, kata Untung ada sekitar 10 rumah kena dan di RT 12 ada sekitar 15 KK yang terkena. Rumah yang akan hilang digantikan jalan tol merupakan sesuatu yang pantas dikenang.

"Rumah yang kita tinggali sejak kecil lalu diganti jalan tol itu sesuatu yang luar biasa. Kampung halaman, lingkungan dan habitat yang hilang itu ya pantas dikenang," papar Untung.

Menurut Untung, monumen itu wujud pelampiasan emosi sebab selaku warga tidak bisa berbuat banyak menolak tol. Agar mengingatkan banyak orang dibuatlah replika itu.

"Mau sambat ke siapa, ini kan proyek pemerintah. Tol itu sesuatu yang menarik orang banyak, jadi saya buatkan semacam tugu atau prasasti untuk kenangan," lanjut Untung.

Dikatakan Untung, yang terkena proyek tol adalah rumahnya dan warung tempat usahanya. Rumah itu peninggalan orang tuanya.

"Rumah saya cuma rumah tua peninggalan orang tua. Tapi apapun itu kenangan sebab dulu saya kerja pulang kampung juga untuk merawat orang tua, kini mau kena tol," sambung Untung.

Saat ini, imbuh Untung, tahapan proyek tol belum jelas kelanjutannya. Sudah pernah dua kali disosialisasikan tetapi belum jelas kapan dilaksanakan.

"Sosialisasi sudah dua tahap tapi sejauh ini belum jelas sampai anak saya sudah besar, yang kena rumah dan warung. Rumah itu kan rumah wasiat, ingin meneruskan sejarah tapi bagaimana lagi," tambah Untung yang lulusan fakultas teknik mesin UNY itu.

Joko Setyo warga setempat mengatakan monumen itu dibuat sekitar empat hari lalu. Dibuat Untung untuk kenangan rumahnya.

"Yang buat Untung, untuk mengenang rumah warga yang akan kena tol. Ya bisa buat untuk tontonan warga," kata Joko pada detikcom.

Terpisah Camat Ngawen, Ana Fajriah Hidayati menjelaskan di Kecamatan Ngawen ada sembilan desa yang kena dampak tol. Saat ini proses pelengkapan dokumen.

"Ini tahap kelengkapan dokumen kependudukan, tanah dan penaksiran tanah bangunan oleh Satgas dari Kantor Pertanahan. Totalnya ada sembilan desa terdampak,'" jelas Ana pada detikcom.

Staf PPK proyek jalan tol Yogya-Solo, Kristian Nugroho mengatakan tahapan masih terus berjalan. Saat ini untuk persiapan tahap pengumuman.

"Ini OTW tahap pengumuman," ungkap Kristian pada detikcom di ponselnya.

(dna/dna)