Proyek Infrastruktur Joe Biden Bisa Kurangi Pekerja Perempuan, Kenapa?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 19 Apr 2021 09:36 WIB
President Joe Biden speaks about the shooting in Boulder, Colo., Tuesday, March 23, 2021, in the State Dining Room of the White House in Washington. (AP Photo/Patrick Semansky)
Presiden AS Joe Biden/Foto: AP/Patrick Semansky
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berencana membangun proyek infrastruktur senilai US$ 2 triliun. Pembangunan ini diharapkan bisa menciptakan jutaan pekerjaan.

Namun para ahli mengaku khawatir jika pekerjaan ini akan didominasi oleh pria dan wanita tak akan mendapat kesempatan dengan pekerjaan tersebut.

Dikutip dari CNN, Senin (19/4/2021), Biden memang memiliki proyek besar untuk menciptakan perekonomian yang lebih ramah lingkungan selama delapan tahun ke depan. Termasuk investasi di sektor transportasi, manufaktur, dan perumahan.

Ekonom Senior di Pusat Kebijakan Ekonomi Elise Gould mengungkapkan pembangunan infrastruktur ini memang penting untuk masyarakat. Namun proyek Joe Biden ini dinilai tidak akan mengatasi ketimpangan yang terjadi selama pandemi.

Gould menyebut apalagi untuk pekerja wanita, khususnya warga kulit berwarna yang cenderung bekerja dengan upah lebih rendah dan sektor mereka paling terdampak pandemi seperti perhotelan. Dari periode Februari dan April tahun lalu 13,4 juta perempuan AS kehilangan pekerjaan.

Gedung Putih diharapkan bisa menindaklanjuti RUU infrastruktur dengan tambahan segmen pekerjaan. Ekonom dan Direktur Kebijakan Tenaga Kerja Washington Center for Equitable Growth Kate Bahn mengungkapkan pemerintah perlu membuat jaring pengaman ekonomi lainnya, misalnya peraturan cuti keluarga yang dibayar, cuti sakit yang dibayar, hingga jadwal yang lebih fleksibel.

Pada Kamis pemerintah AS juga telah mengumumkan akan menurunkan bantuan US$ 39 miliar yang bisa digunakan untuk membantu bisnis penitipan anak. Dana bantuan ini juga dapat digunakan untuk membayar sewa, cicilan, tagihan sampai gaji. Negara juga memberikan subsidi langsung kepada keluarga untuk biaya perawatan.

(kil/ara)