Anies Mau Tata Kawasan Kota Tua, Begini Rencananya

Herdi Alif Al hikam - detikFinance
Selasa, 20 Apr 2021 18:15 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Foto: ANDHIKA PRASETIA/detikcom
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku memiliki rencana untuk membangun kawasan Kota Tua menjadi kawasan yang terintegrasi. Semua konektivitas transportasi akan tersambung di kawasan Kota Tua, tak terkecuali MRT Jakarta.

Pembangunan Fase 2 MRT yang menghubungkan Bundaran-HI ke Kota Tua sendiri terus berlanjut. Hari ini, proyek CP203 yang akan mengerjakan jalur terowongan dari Mangga Besar ke Kota Tua baru saja mendapatkan kontraktor dan ditandatangani kontrak pengerjaannya.

"Kami Pemprov DKI Jakarta sedang merencanakan untuk membangun seluruh kawasan ini (Kota Tua) sebagai suatu kesatuan kawasan yang terintegrasi dengan konektivitas antar moda yang memadai," ungkap Anies dalam acara seremoni penandatanganan kontrak CP203 yang disiarkan melalui akun Instagram MRT Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Dia mengatakan pihaknya akan melibatkan berbagai pihak untuk melakukan hal tersebut. Mulai dari unsur pemerintahan pusat dan Pemprov DKI Jakarta, unsur badan usaha milik negara dan daerah, maupun unsur swasta.

"Semua itu ada di dalam satu ikhtiar konsorsium untuk membangun kawasan Kota Tua, sehingga kawasan ini menjadi bagian dari masa depan Jakarta," kata Anies.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar sendiri menjelaskan rencana pengembangan di sekitar Stasiun MRT Kota Tua. Dia mengatakan pintu utama stasiun MRT Kota Tua berada di underpass yang akan dibuat di depan Stasiun Kereta Kota Tua atau Stasiun BEOS.

Konstruksi stasiun ini akan mengusung desain dengan konsep Sunken Entrance. Maksudnya, tinggi pintu masuk atau entrance yang lebih rendah dari entrance pada umumnya.

"Stasiun MRT Kota akan terhubung langsung dengan underpass, sehingga ada entrance MRT yang muncul di Plaza BEOS, di depan stasiun KA Jakarta kota. Underpass akan di-upgrade dengan pembangunan station entrance MRT," ungkap William dalam acara yang sama.

William juga mengatakan nantinya Jalan Pintu Besar Selatan di Kawasan Kota Tua akan menjadi wilayah pedestrian alias pejalan kaki. Nantinya di sana hanya bisa dilalui oleh Transjakarta saja.

"Pembangunan stasiun kami sudah dikoordinasikan dengan revitalisasi Kota Tua, dan Jalan Pintu Besar Selatan akan jadi plaza pedestrian dan hanya dilalui jalur Transjakarta. Ini jadi bagian dari low emission zone Kawasan Kota Tua," ungkap William.

Dia juga mengatakan Stasiun MRT akan terhubung langsung dengan halte Transjakarta, hal ini dilakukan untuk integrasi antar moda transportasi.

"Stasiun Kota dan Stasiun Glodok akan terhubung langsung dengan halte Transjakarta sehingga terjadi integrasi antar moda Transjakarta dan MRT, dan ada kereta commuter di stasiun," ungkap William.

(das/das)