Proyek SPAM Jakarta-Tangsel Rp 2,4 T Diteken, Dibangun Akhir 2021

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 30 Apr 2021 16:33 WIB
Spam Umbulan
Ilustrasi/Foto: dok. Kementerian PUPR
Jakarta -

Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Karian-Serpong ditandatangani. Proyek ini merupakan salah satu proyek strategis nasional yang bakal melayani kebutuhan air minum curah untuk wilayah DKI Jakarta, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Rencananya, konstruksi proyek ini bisa dimulai akhir tahun ini atau secepatnya Oktober 2021.

"Memperhatikan proyek yang ada, target dimulainya konstruksi adalah pada kuartal IV-2021 dan direncanakan mulai beroperasi pada kuartal IV-2024," ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko Heri Purwanto dalam acara Penandatanganan Perjanjian KPBU SPAM Regional Karian-Serpong secara virtual, Jumat (30/4/2021).

Adapun total kapasitas SPAM Regional tersebut yaitu sebesar 4.500 liter per detik (lpd) untuk melayani kebutuhan warga DKI Jakarta, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Rincinya, sebesar 3.200 lpd untuk DKI Jakarta, 750 lpd untuk Kota Tangerang, dan 650 lpd untuk Kota Tangerang Selatan.

"Dengan kapasitas tersebut, pembangunan SPAM ini diharapkan bisa menghasilkan 368.000 sambungan rumah atau memberikan layanan air minum kepada sekitar 1,84 juta jiwa kepada 3 daerah tersebut," tuturnya.

Total tersebut terdiri dari sekitar 256.000 sambungan rumah atau setara dengan 1,28 juta jiwa untuk DKI Jakarta. Lalu, sekitar 60.000 sambungan rumah atau setara 300.000 jiwa di Kota Tangerang. Serta, sekitar 52.000 sambungan rumah atau setara 260.000 jiwa di Kota Tangerang Selatan.

Untuk diketahui, proyek ini akan dibangun menggunakan skema atas prakarsa badan usaha (unsolicited). Adapun prakarsa proyek tersebut terdiri dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk (Tbk),Korea Water Resources Corporation (K-Water), dan LG International.

Namun, pemenang lelang ini hanya Adhi Karya dan K-Water. Keduanya kini telah membentuk Badan Usaha Pelaksana (BUP) yang diberi nama PT Karian Water Services.

Total investasi dari proyek KPBU ini sebesar Rp 2,4 triliun dengan masa kerja sama selama 33 tahun yang terdiri dari 3 tahun masa konstruksi dan dan 30 tahun masa koperasi. Modalitas kerjasama proyek ini menggunakan desain build operator, finance, maintenance dan transfer.

Dalam proyek KPBU ini, Kementerian PUPR melibatkan beberapa unit organisasi yaitu Dirjen Cipta Karya sebagai unit organisasi pembina sektor air minum, Dirjen Sumber Daya Air sebagai pengampu penyediaan air baku, dan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur PUPR sebagai unit organisasi yang salah satu fungsinya adalah pelaksanaan percepatan KPBU di bidang infrastruktur PUPR, serta Sekretariat Jenderal untuk mendukung penyiapan produk-produk pengaturan termasuk penyiapan dokumen perjanjian.

Sedangkan dengan lingkungan eksternal, Kementerian PUPR juga melibatkan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia di tingkat pusat untuk menyiapkan mekanisme antisipatif dalam upaya pengendalian risiko pelaksanaan proyek KPBU. Lalu, berkoordinasi dengan pemerintah daerah off-taker SPAM Regional Karian-Serpong yaitu Pemprov DKI Jakarta, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

(eds/eds)