Garap Proyek Migas, BUMN Karya Kerja Sama dengan Esco Oil

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Minggu, 02 Mei 2021 08:20 WIB
Pekerja beraktivitas dalam proyek jalan layang akses pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/10). Pemerintah optimistis dapat memenuhi target rancangan kebutuhan dana pembangunan infrastruktur publik 2010-2014 yang mencapai Rp 1.924 triliun.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT Amarta Karya (Persero) atau AMKA menandatangani nota kesepahaman dengan PT Esco Oil Indonesia dalam rangka kerja sama penyediaan jasa konstruksi.

Direktur Utama AMKA Nikolas Agung mengatakan kerja sama ini merupakan implementasi dari kemitraan strategis dalam meningkatkan kinerja AMKA di bidang jasa konstruksi.

"Khususnya dalam proyek - proyek yang akan dilaksanakan oleh ESCO di Indonesia diantaranya Hydrogen Plat di Cilacap, LPG Terminal di Bengkulu, Indramayu, Sibolga dan Batam, TPPI Olefin Plant Complex Development Tuban dan Crude Oil Storage Tank di Cilacap, Lawe-Lawe, Dumai," kata Nikolas dalam keterangannya, Minggu (2/4/2021).

Nikolas mengatakan kemitraan strategis menjadi salah satu strategi kunci untuk mengkonversi peluang di situasi yang sarat akan tantangan ini. Rencana kerja sama ini merupakan langkah nyata AMKA untuk mengembangkan bisnis agar AMKA semakin berkualitas dan memiliki pengalaman yang lebih baik dalam dunia jasa kontruksi.

"Saya selaku Direktur Utama AMKA sangat bergembira sekali diberi kesempatan untuk dapat bekerjasama dengan perusahaan migas multinasional ESCO dan kami akan melakukan best effort dan best practice agar proyek yg dipercayakan kepada AMKA ini bisa dilaksanakan dengan lancar. Selain itu kami pun optimis bahwa dengan strategi perseroan yang sedang kami jalankan saat ini bisa membawa AMKA semakin menjulang tinggi yang dapat diandalkan sehingga mampu memberikan kontribusi yang signifikan untuk Indonesia," ujar Nikolas.

Komisaris Utama ESCO Taufik Hidayat mengatakan ESCO akan memulai pekerjaan proyek tahap pertama yang direncanakan tahun ini dengan Badak LNG dan kemudian dilanjutkan dengan proyek Pertamina Cilacap RU IV.

"Ruang lingkup kerja sama jasa konstruksi yang akan dikerjakan oleh AMKA meliputi pondasi, pekerjaan sipil, pekerjaan struktur baja, pekerjaan ME umum (fire fighting, HVAC, Utility piping, power generation system), dermaga & Pelabuhan, bangunan kantor & pabrik," tuturnya.

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi yang sangat besar untuk berinvestasi. Negara-negara seperti Amerika, Uni Emirates Arab dan negara Eropa lainnya sangat ingin sekali berinvestasi di South East Asia dan saat ini adalah waktu yang tepat, termasuk salah satunya adalah peluang yang bagus di Indonesia.

"Dalam kurun waktu sekitar 5-6 bulan ini saya mengadakan pertemuan dengan beberapa perusahaan di Indonesia dan menurut saya mereka adalah perusahaan perusahaan yg sangat berkompeten di bidangnya masing-masing termasuk Amarta Karya, dan saya harap Esco dan Amka bisa melakukan kerjasama ini dengan baik selama 5 tahun ke depan," kata Michael John Weeks Direktur Utama ESCO.

Melalui kerja sama ini, Nikolas menegaskan AMKA makin optimistis target pendapatan hingga Rp 1,5 triliun, salah satunya dengan Strategic Partnership (kemitraan strategis), seperti penandatanganan MoU hari ini yang dilakukan bersama Esco Oil Indonesia, serta beberapa perusahaan mitra lain sebelumnya.

Langkah ini diyakini Nikolas mampu menjadi motor dalam melipatgandakan pendapatan perseroan sekaligus berkontribusi dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Business Development Advisor AMKAN Oki Fahreza menambahkan "Pada intinya AMKA akan bertanggung jawab penuh dengan pelaksanaan kegiatan proyek.

"Di beberapa lokasi yang akan dijalankan bersama ESCO dan AMKA optimis akan bekerja secara maksimal, optimal dan memiliki loyalitas yang besar," tutur Oki.

(fdl/fdl)