Progres Tol Pekanbaru-Bangkinang 64%, HK Optimistis Rampung 2021

Nadhifa Sarah Amalia - detikFinance
Kamis, 06 Mei 2021 11:28 WIB
Tol Pekanbaru – Bangkinang
Foto: Hutama Karya
Jakarta -

PT Hutama Karya (Persero) terus melanjutkan pembangunan ruas Tol Pekanbaru - Bangkinang sepanjang 40 km. Progres konstruksi Tol Pekanbaru - Bangkinang saat ini telah mencapai 64%.

"Hingga saat ini, progres konstruksi Tol Pekanbaru - Bangkinang telah mencapai 64% dan kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembebasan lahan. Sehingga jika lahan sudah bebas secara keseluruhan, konstruksi dapat terus kita lakukan," ujar Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro dalam keterangan tertulis, Kamis (6/6/2021).

Koentjoro mengungkapkan pesatnya progres proyek ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak. Salah satunya dari Komisi VI DPR yang telah melakukan kunker spesifik pada 7 April.

"Sebagai lembaga legislatif yang memiliki peran penting dalam percepatan pembangunan proyek ini, Alhamdulillah semua mendukung, proyek pun berjalan sesuai target yang telah ditentukan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Koentjoro menjelaskan bahwa dalam konstruksi jalan tol ini, HK Group telah mengimplementasikan teknologi Building Information Modeling (BIM) yang bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat proses pekerjaan proyek. Hal ini selaras dengan arahan Menteri PUPR dalam mendukung konstruksi digital Indonesia.

"Teknologi BIM saat ini sudah kita gunakan hampir di seluruh ruas pembangunan JTTS, baik dalam fase perencanaan hingga fase konstruksi. Tol Pekanbaru - Bangkinang menjadi ruas tol pertama yang menerapkan teknologi BIM ini. Kami optimis dengan teknologi yang mumpuni tak hanya akan mempercepat pembangunan, namun akan mempermudah pekerjaan di lapangan sehingga konstruksi Tol Pekanbaru - Bangkinang dapat rampung segera di tahun ini," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Operasi II PT HK Infrastruktur (HKI) I Wayan Mandia mengatakan implementasi BIM di proyek Tol Pekanbaru-Bangkinang telah dilaksanakan dalam perencanaan main road, structure (overpass, underpass, jembatan, box traffic, box drain), simulasi scheduling hingga perhitungan cost estimating.

"Dengan menggunakan BIM, proses approval dokumen dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. BIM ini juga sudah dapat digunakan sebagai pembanding antara perencanaan dengan realisasi di lapangan baik dari segi volume pekerjaan, biaya, maupun penjadwalannya," tutur Wayan.

Dengan teknologi BIM, lanjut Wayan, diharapkan proses konstruksi bisa menjadi lebih efisien. Pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh sejumlah orang dalam waktu tertentu bisa dikerjakan menggunakan sistem BIM dalam waktu yang relatif lebih singkat.

"Salah satu contohnya yaitu pada proses pembuatan gambar kerja, Bar Bending Schedule, dan perhitungan volume yang biasanya dikerjakan olah satu orang memakan waktu sekitar 24 hari untuk pekerjaan main road dan 17 hari untuk pekerjaan main structure, tetapi dengan adanya BIM ini dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 13 hari," papar Wayan.

Sekretaris Perusahaan PT Hakaaston (HKA) Aditya Nur Rahadi menjelaskan bahwa Unit Produksi (UP) HKA di Bangkinang telah menyelesaikan 91,5% pekerjaan terhadap kontrak.

"Sejak pertama kali beroperasi pada November 2019, UP yang terlibat pada proyek JTTS Tol Pekanbaru - Bangkinang ini telah selesai berproduksi pada Februari 2021 lalu dan kami menargetkan akan selesai seluruh pekerjaan lapangan non-produksi pada Oktober 2021," ujar Aditya.

Optimisme selesainya Tol Pekanbaru - Bangkinang di tahun 2021 juga disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR Arya Bima saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik ke proyek tol, 7 April 2021.

"Komisi VI hari ini melihat langsung progres pembangunan jalan Tol Pekanbaru - Bangkinang, sejauh ini sudah berjalan bagus dan sesuai target, aspalnya juga baik. Tentu kita ingin agar proyek ini segera rampung karena dapat mempermudah akses masyarakat dan mobilitas barang." tutur Arya.

Sebagai informasi, Hutama Karya telah membangun Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang kurang lebih 1.065 km dengan 534 km ruas konstruksi dan 531 ruas operasi.

Adapun ruas yang telah beroperasi secara penuh yakni Tol Bakauheni - Terbanggi Besar (141 km), Tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung (189 km, Tol Palembang - Indralaya (22 km), Tol Medan Binjai (17 km), Tol Pekanbaru - Dumai (132 km), Tol Sigli - Banda Aceh seksi 3 Jantho - Indrapuri (16 km) dan seksi 4 Indrapuri - Blang Bintang (14 km).

Simak juga Video: Pertama! Peresmian Virtual Tol Pekanbaru - Dumai oleh Presiden RI

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Hutama Karya Dapat Rp 3,5 Triliun dari Pemerintah, Untuk Apa?"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ara)