Jual 12 Ruas Tol, Waskita Bidik Dana Segar Rp 20 Triliun

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 07 Mei 2021 20:30 WIB
Waskita Toll Road terus menggeber pembangunan Tol Becakayu seksi 1A di kawasan Cipinang Melayu, Kalimalang. Proyek ini mayoritas pekerjaan atas.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengincar dana Rp 20 triliun dari Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Indonesia Authority Investment (INA). Dana tersebut diperoleh dari pelepasan kepemilikan 12 ruas tol yang dimiliki Waskita.

Direktur Operasi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk Bambang Rianto menjelaskan, saat ini Waskita memiliki 17 ruas tol di mana 12 ruas tol sudah rampung. Sebanyak 12 ruas tol inilah yang akan ditawarkan kepada INA.

"Harapannya skema yang terjadi pelepasan saham Waskita yang ada konsesi badan usaha jalan tol untuk dilepas dan melalui skema jual beli tunai. Sehingga dengan demikian kami memiliki leverage untuk me-recycle aset kami, yang pada akhirnya yang menikmati sebetulnya bukan hanya perusahaan tapi juga bangsa negara dan masyarakat," terangnya dalam Indonesia Muda Club, Jumat (7/5/2021).

Dia mengatakan, 12 tol ini memiliki kondisi yang sangat bagus sehingga layak ditawarkan melalui INA. INA, ujarnya, berkehendak untuk mengambil 6 hingga 12 tol yang ditawarkan. Ia berharap, hal tersebut bisa terjadi tahun ini.

"Kondisinya sangat layak untuk di-take over oleh SWF. Oleh karenanya SWF berkehendak untuk minimal 6 maksimal 12 ditawarkan untuk segera diakuisisi atau di take buying oleh mereka sehingga mudah-mudahan harapan kami bisa terjadi tahun ini, supaya tahun depan kami juga memiliki kapasitas pendanaan yang sangat cukup untuk melakukan investasi kembali di infrastruktur lainnya," jelasnya.

Dari pelepasan 12 ruas tol itu, pihaknya menargetkan bisa meraih dana Rp 20 triliun.

"Ini lebih dari Rp 20 triliun yang bakal terjadi, kalau punya kapasitas itu maka tentu akan mampu menurunkan utang kita," ujarnya.

Masuknya dana Rp 20 triliun akan meningkatkan kemampuan Waskita 3 hingga 4 kali untuk mengerjakan infrastruktur. Dia menuturkan dengan masuknya Rp 20 triliun maka Waskita bisa mengerjakan kembali proyek dengan nilai Rp 50 triliun hingga Rp 60 triliun.

"Itu kira-kira bisa membangun 1.000 km tol lagi," ungkapnya.

(acd/eds)