Tol Cijago Kukusan-Cinere Telan Rp 3,2 T, Kapan Bisa Operasi?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 28 Mei 2021 18:00 WIB
Tol Cijago seksi 3 yang menghubungkan Kukusan-Cinere akhirnya dibangun
Foto: Sylke Laucerino

Kemudian Seksi 3 Kukusan-Cinere sepanjang 5,44 km (Ruas Cinere-Limo) ditargetkan akan beroperasi pada Februari 2022 dan untuk Ruas Kukusan-Limo pada Juni 2022. Saat ini progres pembebasan lahan telah mencapai 70,16 %. Adapun investasinya sebesar Rp 3,2 triliun dan biaya konstruksi sebesar Rp 1,2 triliun.

Jalan Tol Cijago merupakan bagian dari Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II terdiri atas ruas Cengkareng-Kunciran sepanjang 15,2 km, Kunciran-Serpong sepanjang 11,2 Km, Serpong-Cinere sepanjang 10,1 km, Cinere-Jagorawi sepanjang 14,6 km, Cimanggis-Cibitung sepanjang 25,4 km, Cibitung-Cilincing sepanjang 33,9 km, dan Akses Tanjung Priok sepanjang 12,1 km. Penyelesaian konstruksi Tol Cijago Seksi 3 akan meningkatkan konektivitas Tol JORR II yang berdampak positif mengurangi kemacetan di pusat Kota Depok, memperlancar mobilitas warga dan mengurangi kemacetan di ruas tol lain.

Menurut Hilman, pembangunan konstruksi jalan tol ditargetkan selesai dalam jangka waktu 1,5 tahun, "Target konstruksi selesai pada akhir Tahun 2022 sehingga dapat beroperasi pada awal 2023," ujarnya. Melalui Pelelangan Terbatas, LMA-PPRE KSO ditetapkan sebagai kontraktor pelaksana pembangunan Jalan Tol Cinere-Jagorawi Seksi 3 dan PT. Multi Phi Beta ditetapkan sebagai konsultan pengawas.

Sementara Wali Kota Depok Mohammad Idris megatakan, "Dibangunnya Tol Cijago Seksi 3 sangat membantu pergerakan mobilitas warga karena 60 % warga depok bekerja di luar Depok, 40% di Jakarta selebihnya bekerja di Bekasi dan Bogor. Dengan dibangunnya tol ini tentunya warga Depok sangat menyambut baik sekali," jelas dia.

Warga Pondok Cabe Mujianto selaku calon penerima manfaat Tol Cijago mengatakan, rencana akan mulai dibangunnya tol Cijago Seksi 3 sangat membantu kami jika ingin ke pusat kota Depok. Selama ini, jika mau ke Kantor Walikota atau ke wilayah Grand Depok City (GDC) kita harus berputar dan melewati jalur-jalur yang cukup macet.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian, Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit, Staf Ahli Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja dan Kepala Biro Komunikasi Publik Krisno Yuwono.


(kil/ara)