Bendungan Bintang Bano Berpeluang Jadi Objek Wisata Baru di NTB

Khoirul Anam - detikFinance
Jumat, 04 Jun 2021 09:55 WIB
Bendungan Multifungsi Bintang Bano
Foto: Brantas Abipraya
Jakarta -

PT Brantas Abipraya (Persero) menargetkan pengerjaan Bendungan Multifungsi Bintang Bano selesai di akhir tahun 2021. Adapun bendungan yang berfungsi untuk mereduksi banjir tersebut berlokasi di Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Nantinya bendungan ini dapat membendung aliran Sungai Brang Rea dengan total kapasitas tampung 65,84 juta m3 dan luas genangan 277,52 ha. Untuk mendukung pertanian di Sumbawa Barat, bendungan ini juga mampu mengairi lahan seluas 6.695 ha," kata Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Miftakhul Anas, dalam keterangan tertulis, Jumat (4/6/2021).

Di samping itu, Anas mengatakan bahwa Bendungan Multifungsi Bintang Bano berpeluang menjadi titik pariwisata baru di NTB. Hal ini, menurut Anas, dikarenakan lokasi bendungan yang berada di tengah hutan dengan dikelilingi pemandangan alam yang elok.

Anas mengatakan bahwa tidak hanya mendukung pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Sumbawa Barat, bendungan tersebut nantinya akan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dengan terbukanya lapangan kerja baru di bidang pariwisata.

Lebih lanjut, Anas mengatakan bahwa pihaknya mengerjakan pembangunan bendungan utama dan penyelesaian spillway. Pembangunan bendungan ini diperlukan dalam pengendalian banjir ulangan 25 tahun di Taliwang. Pasalnya, bendungan yang termasuk dalam salah satu proyek strategis nasional (PSN) ini dapat mereduksi banjir sekitar 22 persen atau setara 647 m3/detik.

Adapun Bendungan Multifungsi Bintang Bano disebut dapat menghasilkan air baku sebesar 555 liter/detik. Kehadiran bendungan ini juga memberi manfaat untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) sebesar 8,8 Mega Watt.

Sebagai informasi, Brantas Abipraya juga tengah menyelesaikan pembangunan bendungan yang merupakan proyek strategis nasional lainnya. Deretan bendungan tersebut adalah seperti Bendungan Budong-Budong di Sulawesi Barat, Bendungan Bener di Purworejo, Bendungan Sepaku Semoi di Kalimantan Timur, Bendungan Bagong di Trenggalek, Bendungan Jragung di Semarang, Bendungan Semantok di Jawa Timur, Bendungan Cipanas di Sumedang, Bendungan Ciawi di Bogor, Bendungan Keureuto di Aceh, Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo, Bendungan Sidan di Bali, dan Bendungan Beringin Sila di Sumbawa.

"Dengan mengutamakan kualitas mutu, pelayanan dan K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan) apalagi saat pandemi COVID-19 ini, dalam penyelesaian semua pengerjaan konstruksi, Brantas Abipraya selalu prioritaskan penerapan protokol kesehatan di proyek sehingga tidak mengganggu proses penyelesaian proyek bendungan ini," tutup Anas.



Simak Video "PT Brantas Abipraya Ajak Beradaptasi Sambut New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ara)