Begini Persiapan Operasional Pelabuhan Patimban

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 07 Jun 2021 15:47 WIB
Pelabuhan Patimban ditargetkan siap layani kegiatan ekspor-impor mulai Desember 2020 mendatang. Pembangunan pelabuhan itu terus dikebut agar dapat penuhi target
Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI
Jakarta -

Pelabuhan Internasional Patimban yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) saat ini sedang menyiapkan sarana prasarana untuk kegiatan operasional. Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Kenavigasian saat ini sedang menyiapkan sarana tersebut.

Direktur Kenavigasian, Hengki Angkasawan menyebutkan ada beberapa hal terkait kenavigasian yang telah disiapkan misalnya yang terkait dengan penataan alur pelayaran, Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), penyampaian berita terkait Maritime Safety Information (MSI) dan juga penyiapan peta laut Indonesia, baik Electronic Nautical Charts (ENC) maupun peta laut kertas, bekerjasama dengan Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (PUSHIDROSAL).

"Semua itu merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam mendukung kegiatan operasional Pelabuhan Patimban, yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim," ujar dia dalam siaran pers, Senin (7/6/2021).

Dia menjelaskan alur pelayaran di Pelabuhan Patimban telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 272 Tahun 2020 Tentang Penetapan Alur-Pelayaran, Sistem Rute, Tata Cara Berlalu Lintas, dan Daerah Labuh Kapal Sesuai Dengan Kepentingannya di Alur-Pelayaran Masuk Pelabuhan Patimban.

"Panjang alur pelayaran di Patimban ini adalah 25 NM, dengan lebar alur 160 sampai dengan 500 meter, serta dengan kedalaman 10 Meter LWS," kata Hengki.

Hengki menyampaikan di alur pelayaran Patimban juga telah dilengkapi oleh 15 unit Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), yang terdiri atas 11 unit Pelampung Suar dan 4 pelampung suar sementara, dan direncanakan akan segera dilaksanakan pembangunan 3 Rambu Suar di Pelabuhan Patimban.

Lebih lanjut terkait operasional Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), Direktorat Kenavigasian juga telah mengeluarkan Maklumat Pelayaran (MAPEL) Nomor 45/Phbl/2021 Tanggal 07 April 2021, untuk menginformasikan keberadaan SBNP kepada para pengguna di Pelabuhan Patimban.

"Kami juga telah bekerjasama dengan Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (PUSHIDROSAL) untuk menyiapkan peta laut Indonesia di Pelabuhan Patimban dalam bentuk peta kertas Nomor 528 dan 529 serta Electronic Nautical Charts (ENC) Nomor ID400529 dan ID500528, dimana peta laut tersebut telah diupdate melalui survey hidrografi dan telah dipublikasikan, sehingga kapal-kapal dapat mengetahui secara detail kondisi kedalaman dan kondisi alur pelayaran di sekitar Pelabuhan Patimban," ungkap Hengki.

Hengki berharap dengan keberadaan sarana prasarana terkait kenavigasian tersebut, selain dapat meningkatkan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim, juga dapat memperlancar operasional di Pelabuhan Patimban.

"Sehingga pada akhirnya dapat mendukung peningkatan kinerja sistem logistik di Indonesia," jelas dia. Sebagai informasi, Pelabuhan Internasional Patimban merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memiliki peran strategis dalam pertumbuhan perekonomian di wilayah Jawa Barat dan juga secara nasional. Saat ini pembangunan Pelabuhan Patimban memasuki Fase 1-2 (2021-2026) yang meliputi pembangunan terminal peti kemas sampai dengan kapasitas 3,75 juta TEUs dan terminal kendaraan dengan kapasitas total sampai dengan 600.000 CBUs.

(kil/fdl)