Masih Ada Warga Ngotot Tolak Tol Cisumdawu, Luhut Turun Tangan

Yudha Maulana - detikFinance
Rabu, 16 Jun 2021 15:45 WIB
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandajaitan saat menjalani wawancara dengan detikcom di acara Blak-blakan, Kamis (19/7).
Foto: Rachman Haryanto: Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Bandung -

Pembebasan lahan untuk proyek tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) telah rampung. Namun masih ada persoalan yaitu warga yang menolak proyek tersebut sehingga menghambat proses konstruksi.

Alhasil, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pun turun tangan. Luhut sudah menerjunkan tim khusus untuk menyelesaikan hambatan pembangunan Tol Cisumdawu

"Ada beberapa bidang lahan yang sudah bebas namun belum dapat dikonstruksi karena ada penolakan dari warga, tapi kami sudah terjunkan tim untuk diselesaikan," ujar Luhut dalam rapat koordinasi secara virtual yang diikuti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Selasa (15/6/2021).

Selain itu, masalah proyek tol Cisumdawu lainnya adalah kasus tumpang tindih kawasan hutan dengan tanah warga, tanah kas desa dan tanah adat. "Ada juga tanah wakaf yang sampai saat ini belum bebas," terang Luhut.

Terkait hal tersebut pihaknya pun sudah meminta aparat penegak hukum mengawal penyelesaian masalah. "Diperlukan pendampingan dari aparat penegak hukum dalam melakukan pendekatan, pengamanan dan penertiban," tegas mantan Menko Polhukam itu.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, saat ini Pemprov akan melanjutkan pembebasan lahan untuk akses tol dari Dawuan menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka.

"Sesuai tupoksi kami sudah 100 persen. Tinggal kami mengoordinasikan yang sambungan dari Cisumdawu ke BIJB," ujar Ridwan Kamil.

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, menambahkan saat ini isu yang menjadi hambatan dalam pengerjaan tol Cisumdawu yaitu pembebasan tanah kas desa. "Saya terus berkoordinasi dengan Pak Bupati (Sumedang) untuk menyelesaikan masalah lokal, itu tanggung jawab kami," katanya.

(yum/hns)