11 Bank Guyur Rp 6 Triliun untuk Proyek Tol Serang-Panimbang

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 18 Jun 2021 19:00 WIB
Proyek tol Serang-Panimbang setop sementara
Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta -

PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) sebagai entitas anak PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) telah menandatangan pembiayaan jalan Tol Serang-Panimbang senilai Rp 6 triliun. Nilai itu berdasarkan hasil dukungan dari 11 bank di Indonesia.

Kesebelas bank itu di antaranya Bank Mandiri, Bank Jateng, Bank Papua, Bank Sumut, Bank BJB, Bank Sulselbar, Bank Syariah Indonesia (BSI), Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Syariah, Bank Aceh, Bank Panin Dubai Syariah, dan Bank Sumut Syariah.

Total nilai Rp 6 triliun itu termasuk kredit sindikasi dan line fasilitas pembiayaan sindikasi. Direktur Utama WSP Mulyana menjadi perwakilan dari kesebelasan bank untuk menandatangani pembiayaan tersebut yang telah dilaksanakan hari ini.

"Penandatanganan perjanjian kredit sindikasi dan line fasilitas pembiayaan sindikasi ini merupakan bentuk dukungan perbankan terhadap pembangunan Jalan Tol Seran Panimbang," kata Mulyana dalam siaran pers, Jumat (18/6/2021).

Dia juga mengungkap, dana yang dihimpun akan digunakan untuk fase konstruksi sekaligus persiapan operasi Jalan Tol Serang Panimbang Seksi 1 yang membentang antara Serang - Rangkasbitung sepanjang 26,5 KM.

Rencananya proyek itu akan beroperasi pada tahun ini. Lebih lanjut, dia juga mengatakan pengerjaan seksi 2 sepanjang 24,2 KM antara Rangkasbitung-Cileles kini mulai dilaksanakan.

WSP selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) memiliki kewajiban untuk membangun dan mengoperasikan jalan tol ruas Serang - Panimbang sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan di wilayah Banten dan mendukung terciptanya aksesibiltas dan konetivitas.

Dalam proyek ini yang menjadi kreditur transaksi adalah Bank Mandiri dan BSI. Kedua bank itu juga sebagai Joint Mandated Lead Arranger and Bookrunner (JMLAB) yang juga disaksikan oleh Direktur Keuangan WIKA Ade Wahyu dan Mursyid selaku Direktur HC dan Pengembangan WIKA.

(zlf/zlf)