Apa Saja Infrastruktur Baru yang Dibangun Jokowi di Sumatera Barat?

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 10 Jul 2021 21:30 WIB
Foto udara pembangunan konstruksi ruas jalan tol  Padang-Sicincin di Jl Bypass KM 25, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Jumat (19/6/2020). PT Hutama Karya (Persero) terus mengebut pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), salah satunya yakni Ruas Pekanbaru-Padang Seksi 1 (Padang-Sicincin/Pacin) sepanjang 36 kilometer, dengan lahan yang sudah dibebaskan dan dikerjakan sejauh 4,2 kilometer, sedangkan sisanya masih diproses di BPN. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/wsj.
Tol Padang-Sicincin/Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan pembangunan infrastruktur yang andal di seluruh Indonesia, salah satunya di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Mengutip keterangan resmi Kementerian PUPR, Sabtu (10/7/2021), hingga saat ini setidaknya ada tiga infrastruktur baru yang sudah dan sedang dibangun di Sumbar. Proyek-proyek tersebut di antaranya revitalisasi Kawasan Nagari Seribu Rumah Gadang (SRG) di Kabupaten Solok Selatan, pembangunan Pasar Rakyat Pariaman di Kota Pariaman, dan Pembangunan Jalan Tol Padang-Sicincin.

Revitalisasi Kawasan Nagari Seribu Rumah Gadang (SRG) dilakukan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat, Direktorat Jenderal Cipta Karya. Revitalisasi ini merupakan tindak lanjut atas pencanangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kota Padang pada Februari 2018 lalu.

Revitalisasi kawasan rumah adat khas Minangkabau tersebut meliputi, pemugaran 32 rumah gadang, penataan lansekap kawasan, pembangunan menara songket sebagai landmark, serta pembangunan fasilitas-fasilitas untuk wisatawan. Revitalisasi Kawasan Seribu Rumah Gadang dikerjakan oleh 475 orang tenaga kerja dan 5 tukang tuo dengan biaya APBN tahun 2019-2020 sebesar Rp67 miliar.

Lokasi Kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) berjarak 147 km dari Bandara Internasional Minangkabau dengan waktu tempuh sekitar 3,5-4 jam menggunakan transportasi darat. Selain dapat menambah daya tarik bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara, Kawasan SRG diharapkan juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Solok Selatan dan sekitarnya.

Sementara, untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat terlebih di saat Pandemi Covid-19, Kementerian PUPR juga telah menyelesaikan revitalisasi Pasar Pariaman sehingga menjadi sarana perdagangan rakyat yang aman, nyaman, bersih, tertata, dan lebih estetis (tidak kumuh) di Kota Pariaman.

Pembangunan Pasar Pariaman dilakukan melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat dimulai pada Desember 2019 lalu dengan anggaran Rp 89,7 miliar dan Manajemen Konstruksi (MK) senilai Rp 2,8 miliar.

Pasar Pariaman dibangun di atas lahan seluas 5,431 m2 dapat menampung sebanyak 562 pedagang dengan jumlah kios sebanyak 362 kios dan los yang mampu menampung 200 pedagang. Keberadaan Pasar Pariaman selain sebagai sarana jual beli untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, juga menjadi bagian dari layanan wisata karena lokasinya berada di pusat kegiatan kota dan dekat dengan Pantai Gandoriah.

Di bidang Jalan dan Jembatan, Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III Sumatera Barat, Ditjen Bina Marga juga tengah melaksanakan pembangunan Tol Sirip Pekanbaru-Padang Seksi Padang-Sicincin sepanjang 36,6 km yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera. Pembangunan tol ini akan meningkatkan konektivitas antara Provinsi Sumatera Barat dengan Riau.

Pembangunan Tol Padang-Sicincin dimulai pada Februari 2018 dan ditargetkan selesai serta beroperasi pada Desember 2022. Saat ini progres fisik Tol Padang-Sicincin telah mencapai 40,81%.

Jalan Tol Padang-Pekanbaru sendiri membentang sepanjang 256 km dan terbagi menjadi enam seksi, yaitu Seksi I Padang-Sicincin, Seksi II Sicincin-Bukittinggi, seksi III Bukittinggi-Payakumbuh, Seksi IV Payakumbuh-Pangkalan, seksi V Pangkalan-Bangkinang, dan seksi VI Bangkinang-Pekanbaru. Secara keseluruhan ruas Tol Pekanbaru-Padang ditargetkan beroperasi pada 2025.

(eds/eds)