ADVERTISEMENT

Ini Daftar Titik Penyekatan di Tol Selama PPKM Darurat Jawa-Bali

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 15 Jul 2021 12:50 WIB
Petugas melakukan penyekatan pembatasan mobilitas masyarakat pada PPKM darurat di Jalan Kalimalang menuju Jakarta. Kini lalin di Kalimalang menjadi lengang.
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya

Jawa Timur

10. Jalan Tol Solo-Ngawi
10.2 GT Ngawi

11. Jalan Tol Ngawi-Kertosono
11.1 GT Nganjuk

12. Jalan Tol Surabaya-Mojekerto
12.1 GT Penompo

13. Jalan Tol Surabaya-Gempol
13.1 Exit GT Sidoarjo 1

14. Jalan Tol Gempol-Pandaan
14.1 GT Pandaan

15. Jalan Tol Gempol-Pasuruan
15.1 GT Bangil
15.2 GT Rembang

16. Jalan Tol Pandaan-Malang
16.1 Exit GT Purwodadi
16.2 Exit GT Lawang
16.3 Exit GT Singosari
16.4 Exit GT Pakis
16.5 Exit GT Malang

Bali

17. Jalan Tol Bali Mandara
17.1 Traffic Light Akses Keluar Nusa Dua

Lokasi penyekatan dilakukan secara situasional sesuai dengan diskresi Kepolisian, sehingga dapat terjadi implementasi yang dinamis di lapangan. Mekanisme penyekatan oleh pihak Kepolisian dan TNI di Jalan Tol Jasa Marga Group adalah pemeriksaan protokol kesehatan seperti menggunakan masker serta kapasitas kendaraan yang hanya memuat 50% penumpang.

Selanjutnya memeriksa dokumen persyaratan perjalanan seperti Sertifikat Vaksin, Surat Tes COVID-19 (PCR/Antigen) dengan hasil negatif serta Surat Tugas/Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP).

Selain itu, dilakukan juga pemeriksaan terhadap perjalanan pengguna jalan, beberapa kriteria kendaraan yang diperbolehkan melintas selama masa PPKM berlangsung yaitu kendaraan angkutan logistik, kendaraan dari sektor esensial dan kendaraan dari sektor kritikal, termasuk kendaraan TNI, Nakes serta emergency.

Apabila tidak memenuhi persyaratan seperti penerapan prokes dan dokumen yang tidak lengkap akan diputar arah oleh petugas Kepolisian dan TNI kembali ke daerah asal.

"Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat pemberlakuan penyekatan tersebut. Diimbau kepada pengguna jalan untuk turut mendukung PPKM Darurat ini dengan tetap di rumah saja, menghindari ruang publik dan kerumunan, menerapkan pola hidup bersih dan tetap memperketat protokol kesehatan jika harus keluar rumah untuk keperluan mendesak, guna menekan penyebaran COVID-19," tandasnya.


(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT