Banjir Besar di China, Proyek Infrastruktur Jadi Sorotan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 23 Jul 2021 12:15 WIB
In this photo released by Xinhua News Agency, vehicles pass through floodwaters in Zhengzhou in central Chinas Henan Province on Tuesday, July 20, 2021. At least a dozen people died in severe flooding Tuesday in a Chinese provincial capital that trapped people in subways and schools, washed away vehicles and stranded people in their workplaces overnight. (Zhu Xiang/Xinhua via AP)
Banjir di China/Foto: AP/Zhu Xiang

Peneliti Institute Postdam Fred Hattermann mengungkapkan dibutuhkan langkah teknis untuk memperkuat tanggul penahan banjir, namun juga dibutuhkan penataan kota kembali.

Misalnya dengan menciptakan penghijauan yang lebih banyak. Memang penguatan tanggul dan proyek penataan kembali kota ini akan menelan biaya yang tidak sedikit.
Ilmuwan dari Singapore University of Social Sciences Koh Tieh-Yong mengungkapkan jika sistem perairan yang baik dibutuhkan di perkotaan sampai lahan pertanian.

"Banjir biasanya terjadi karena faktor curah hujan yang lebih tinggi dari biasanya dan kapasitas sungai yang tidak cukup mampu mengalirkan air hujan tambahan," jelas dia.

Wilayah perkotaan di China memang dibangun dengan sistem drainase yang tidak memadai. Bendungan besar yang ada di Yellow River turut mempengaruhi kondisi ini.

Namun langkah untuk meningkatkan ketahanan bangunan dan meninggikan tepian sungai dan memperbaiki drainase ini tak mungkin cukup untuk mencegah banjir yang parah.


(kil/ara)