Banjir Besar di China, Proyek Infrastruktur Jadi Sorotan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 23 Jul 2021 12:15 WIB
In this photo released by Xinhua News Agency, vehicles pass through floodwaters in Zhengzhou in central Chinas Henan Province on Tuesday, July 20, 2021. At least a dozen people died in severe flooding Tuesday in a Chinese provincial capital that trapped people in subways and schools, washed away vehicles and stranded people in their workplaces overnight. (Zhu Xiang/Xinhua via AP)
Banjir di China/Foto: AP/Zhu Xiang
Jakarta -

China dilanda banjir parah hingga menelan korban jiwa. Ini merupakan banjir terparah yang terjadi di China.

Banjir terjadi di kota Zhengzhou dan sebagian wilayah Henan pada akhir pekan lalu. Musibah banjir juga berdampak pada 215.000 hektare tanaman dan menyebabkan kerugian US$ 1,22 miliar atau setara dengan US$ 188,6 juta.

Badan Meteorologi Henan menyebutkan banjir disebabkan curah hujan yang tinggi hingga badai petir di wilayah ibu kota Zhengzhou. Henan merupakan wilayah berpenduduk lebih dari 99 juta jiwa. Perekonomiannya bergantung pada sektor pertanian dan industri.

Profesor Lee Kuan Yew School of Singapore, Eduardo Araral mengungkapkan pemerintah China harus melakukan evaluasi jika proyek infrastruktur turut mempengaruhi cuaca ekstrem saat ini yang berujung banjir di China.

"Pertama-tama pemerintah China harus sadar, jika proyek infrastruktur di masa lalu ini sangat rentan dengan peristiwa ini," kata dia, dikutip dari Reuters, Jumat (23/7/2021).

Hal ini sama dengan yang terjadi di Jerman. Dia mengungkapkan perubahan iklim sangat mempengaruhi curah hujan.

Apa solusinya? Cek halaman berikutnya.

Tonton Video: Korban Tewas Banjir di Henan 33 Orang, China Mulai Upayakan Pemulihan

[Gambas:Video 20detik]