Bendungan hingga Tanggul Raksasa Dibangun Cegah Jakarta Tenggelam

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 02 Agu 2021 06:32 WIB
Ibu kota Jakarta membutuhkan giant sea wall atau tanggul laut raksasa untuk mencegah terjadinya banjir rob.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Ancaman Jakarta tenggelam kembali bergema setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyinggung hal itu dalam pidatonya. Dia bilang Jakarta berpotensi tenggelam dalam waktu 10 tahun mendatang.

Ancaman ini sebenarnya sudah bertahun-tahun lalu juga digaungkan. Sebab hasil penelitian memang menunjukkan permukaan tanah di Jakarta terus mengalami penurunan

Pertanyaannya apa saja yang sudah dilakukan pemerintah untuk mencegah tenggelamnya ibu kota?

Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Bob Arthur Lombogia mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah membangun tanggul laut raksasa di pesisir Jakarta yang bernama Proyek Pengembangan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara (PTPIN)/ National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

Bob menjelaskan, total pembangunan tanggul di pantai utara Jakarta mencapai 46 km. Hingga 2020 sudah ada terbangun tanggul raksasa sepanjang 13 km. Pembangunan dilakukan oleh Kementerian PUPR dan Pemprov DKI Jakarta.

"Sisanya yang belum 33 km. Itu untuk pantai dan muara ya. karena kalau nggak ditangani muaranya air bisa masuk dari muara," terangnya saat dihubungi detikcom.

Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR sendiri juga sudah melakukan perjanjian kerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta. Disepakati Kementerian PUPR akan menggarap 11 km tanggul raksasa dan Pemprov DKI Jakarta sepanjang 22 km.

Bob menjelaskan dari 11 km tugas Kementerian PUPR sudah dalam proses pembangunan sepanjang 3,75 km yang akan rampung pada 2022. Setelah itu sisanya sekitar 7,25 km akan dibangun pada 2022 dan diharapkan selesai pada 2024.

Untuk bagian Pemprov DKI Jakarta sendiri sepanjang 22 km menurut Bob prosesnya masih menunggu desain yang dibuat oleh Kementerian PUPR. Dalam perjanjian sebelumnya memang disebutkan urusan desain merupakan tanggung jawab Kementerian PUPR.

"Kami masih desain secara keseluruhan. Jadi masih di PUPR desainnya. Pemprov masih menunggu desain dari kita, tapi penangannya masih terus," tuturnya.

Proyek apa lagi? klik halaman selanjutnya

Tonton Video: Pemprov DKI Diminta Buktikan Omongan Biden soal 'Jakarta Tenggelam'

[Gambas:Video 20detik]



Selain tanggul raksasa Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane sedang menyelesaikan pembangunan dua bendungan kering (dry dam) untuk menangkal banjir Jakarta pembangunan kedua bendungan merupakan bagian dari rencana induk pengendalian banjir (flood control) Jakarta, yang sesuai kontrak kerja akan rampung tahun 2021.

Progres konstruksi Bendungan Ciawi saat ini 71% dan pembebasan lahan 96%. Kontrak pekerjaan Bendungan Ciawi ditandatangani pada 23 November 2016 dengan kontraktor pelaksana PT. Brantas Abipraya dan PT. Sacna. Pembangunannya telah mulai pada 2 Desember 2016. Pengadaan lahan kedua bendungan dilakukan dengan skema dana talangan dimana kontraktor membiayai terlebih dahulu dan nantinya akan dibayarkan melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Bendungan Ciawi direncanakan memiliki volume tampung 6.05 juta m3 dan luas genangan 39.40 hektar dengan biaya pembangunan sebesar Rp 798,7 miliar. Bendungan ini didesain untuk mengurangi debit banjir yang masuk ke Jakarta dengan menahan aliran air dari Gunung Gede dan Gunung Pangrango sebelum sampai ke Bendung Katulampa yang kemudian mengalir ke Sungai Ciliwung. Rampungnya pembangunan Bendungan Ciawi akan mereduksi banjir sebesar 111,75 m3 per detik

(das/zlf)