Susun Strategi ke Pasar Global, WIKA Target Dapat Kontrak Baru Rp 40,12 T

Inkana Putri - detikFinance
Jumat, 20 Agu 2021 14:55 WIB
infrastruktur
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Pandemi COVID-19 tak dipungkiri berdampak terhadap sektor-sektor di Tanah Air, termasuk konstruksi. Meski demikian, hal ini tak menjadi halangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk untuk mendorong industri konstruksi hingga memperluas ekspansi ke luar negeri.

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito menyampaikan tahun 2021 menjadi titik balik pulihnya industri konstruksi. Mengingat ekonomi nasional di kuartal II 2021 tumbuh sebesar 7,07%.

"Industri konstruksi diprediksi akan mulai pulih pada semester II-2021, sejalan dengan program percepatan vaksinasi covid, percepatan proyek PSN yang harus selesai di 2024, strategi pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional, dan prediksi pertumbuhan ekonomi 2021 4%-5%," ujarnya dalam acara 'Nusantara Go Internasional: Geliat Wijaya Karya di Persaingan Pasar International', Jumat (20/8/2021).

Dalam acara diskusi bersama MarketeersTV pada Kamis (19/8) malam, Agung menyebut pihaknya kini tengah berupaya untuk memperluas ekspansi ke luar negeri. Salah satunya dengan merambah proyek-proyek di mancanegara.

Melalui upaya ini, Agung berharap WIKA dapat meningkatkan network sekaligus mitra strategis untuk proyek strategis di dalam dan luar negeri. Dengan demikian, saat demand konstruksi di domestik berkurang, WIKA telah go global lebih dahulu.

"WIKA meyakini bahwa hanya menjadi perusahaan terkemuka di dalam negeri saja tidaklah cukup, maka proyek-proyek konstruksi di luar negeri pun dirambah. Selain itu, dalam rangka benchmarking. WIKA ingin melihat dan mempelajari bagaimana perusahaan-perusahaan besar di luar negeri itu bekerja," paparnya.

Agung menyebut pengembangan pasar di luar negeri tentunya akan dilakukan secara bertahap dengan strategi pemasaran selective market. Lewat strategi ini, WIKA akan memasuki pasar strategis di negara tertentu yang lebih memberikan keuntungan dibandingkan negara lainnya.

WIKA juga akan memfokuskan diri pada pasar internasional yang telah dikuasai oleh WIKA. Adapun sejauh ini, WIKA telah merambah pasar konstruksi di Afrika, Asia Tenggara, Pasifik dan telah memasuki pasar Timur Tengah

"Eksistensi WIKA di luar negeri semakin diakui melalui operasi di 8 negara seperti Timor Leste, Malaysia, Filipina, Taiwan, Dubai, Aljazair, Republik Niger dan yang terakhir adalah Multipurpose Sport Complex di Negara Solomon yang disiapkan untuk turnamen antar negara Pasifik 2023," paparnya.

Ke depan, Agung menyebut pihaknya berencana untuk memperluas ekspansi ke negara lainnya. WIKA juga tengah gencar mendorong ekspor produk-produk industri memasuki pasar mancanegara.

"Perseroan tengah membidik beberapa proyek di sejumlah negara Afrika seperti Tanzania dan di Uni Emirat Arab (Abu Dhabi), untuk negara-negara lain sedang dalam kajian seperti Arab Saudi.

Terkait hal ini, Agung menjelaskan WIKA juga telah menyiapkan strategi khusus untuk masuk ke pasar luar negeri. Dalam menjalankan suatu project, WIKA juga selalu menekankan konsep BMW (Biaya, Mutu, Waktu) sehingga setiap project yang dikerjakan akan memiliki kualitas unggul tanpa mengorbankan aspek efisiensi dan efektivitas waktu.

Pertama, WIKA harus bisa memahami perbedaan, ketentuan legal, dan perizinan usaha konstruksi di negara-negara lain dibandingkan dengan yang berlaku di Indonesia. Kedua, WIKA harus memahami ketentuan perpajakan dan lalu-lintas devisa di sebuah negara.

"Ketiga, WIKA harus bisa menjelaskan secara gamblang status keberadaannya di negeri ekspan tersebut. WIKA sering kali dianggap sebagai investor ketika beroperasi di LN. Padahal, WIKA beroperasi di negara itu sebagai kontraktor saja, perbedaan asumsi ini jika tidak terjelaskan dengan baik akan menjadi masalah," katanya.

Keempat, mengembangkan jejaring bisnis, teman baik, dan menjaga nama baik WIKA di luar negeri. Dan kelima, WIKA akan berupaya untuk mengatasi perbedaan kultur, terutama dalam pengelolaan SDM.

Di samping itu, WIKA juga telah menyiapkan sejumlah strategi pemasaran dalam merambah pasar luar negeri hingga dapat meraih keuntungan. Salah satunya dengan menerapkan pola kerja sama dengan perusahaan multinasional dan lokal untuk masuk ke negara baru.

"Kedua, strategi bekerja sama dengan pemerintah, masuk melalui proses G to G seperti di Afrika. Ketiga, WIKA akan mencari negara-negara yang masih tertinggal infrastrukturnya, dan bekerja sama dengan badan-badan pembiayaan internasional," ungkapnya.

Di tahun ini, Agung pun menyebut pihaknya masih menargetkan mendapatkan kontrak baru senilai Rp 40,12 triliun. Namun target ini bergantung dengan situasi pandemi di nasional maupun global.

"Pada tahun 2021 ini, kami masih menargetkan untuk memperoleh kontrak baru sebesar Rp 40,12 triliun dengan target perolehan kontrak di tangan (order book) sebesar Rp 115,02 Triliun. Proyek-proyek tersebut menjadi modal produksi hingga beberapa tahun mendatang, sehingga dengan kapasitas yang ada sekarang, WIKA akan terus tumbuh," pungkasnya.



Simak Video "WIKA Grup Renovasi RSPJ dan Bangun RS Modular dalam Waktu Singkat"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/hns)