Proyek-proyek BUMN RI dengan Afghanistan yang Kini Dikuasai Taliban

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 18 Agu 2021 16:27 WIB
Afghan security forces keep watch outside a mosque after a blast in Kabul, Afghanistan May 24, 2019. REUTERS/Omar Sobhani
Proyek-proyek BUMN RI dengan Afghanistan yang Kini Dikuasai Taliban
Jakarta -

Pemerintah Afghanistan kini telah jatuh, setelah pasukan Taliban menguasai negara tersebut. Warga yang takut, berbondong-bondong ingin pergi dari negaranya. Akibatnya membuat bandara padat orang hingga menyebabkan korban jiwa.

Indonesia yang diketahui memiliki kedekatan dengan Afghanistan, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia lewat Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Abdul Kadir Jailani dikabarkan telah berbicara dengan pimpinan Taliban agar adanya perdamaian dengan Afghanistan.

Selain itu, kedekatan RI dengan Afghanistan juga tergambar dalam kerja sama yang telah terjalin puluhan tahun. Dalam catatan detikcom sejumlah BUMN dalam negeri juga memiliki proyek dengan Afghanistan.

Pertama, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berdasarkan rilis yang terbit pada 2018, WIKA dan Perusahaan Konstruksi Afghanistan Haji Khalil Construction Ltd. menandatangani Nota Kesepahaman untuk menjalankan kerjasama dalam pengerjaan proyek infrastruktur di Afghanistan.

Penandatanganan ini dilakukan oleh General Manager Departemen Luar Negeri WIKA Yulianto dengan Presiden Direktur Haji Khalil Construction Ltd. Khalil Samar Gul.

Selain itu, juga disaksikan dengan Direktur WIKA Destiawan Soewardjono, Duta Besar Indonesia untuk Afghanistan Arief Rachman MD, dan juga Director General of First Political Division, Ministry of Foreign Affair Islamic Republic of Afghanistan Musa Arefi.

"Kedepan, Perseroan akan mulai mempelajari berbagai proyek potensial terutama di bidang infrastruktur dan perumahan yang pembangunannya menggunakan dana dari pemerintah Afghanistan," tulis keterangan WIKA, yang terbit pada Selasa (13/3/2018).

Kedua, yang terbaru di 2021 ini PT Bio Farma (Persero) melalui anak usahanya PT Indofarma Tbk (INAF) mengirim produknya untuk memenuhi kebutuhan pasar di Afghanistan.

Melansir keterangan resmi perusahaan, Minggu (13/6/2021) ekspor produk itu dilakukan di pabrik Indofarma dengan melepas sebanyak 4 unit kontainer dengan tujuan pelabuhan, Karachi.

"Dapat kami sampaikan bahwa hingga saat ini Indofarma sendiri telah menjalin kerjasama dengan Hikmat Hanafi Ltd yakni perusahaan distribusi farmasi yang berada di Negara Afghanistan selama lebih dari 20 tahun," tulis keterangan manajemen perusahaan.

Beberapa daftar produk Pareto yang akan dikirim antara lain

- OBH Plus Syrup btl 100ml, quantity 650.012 botol
- Indomag susp btl 150ml, quantity 48.850 botol
- Floxinaf 400mg tab, quantity 9.300 kotak

Tonton Video: Mullah Abdul Ghani Baradar, Pemimpin Taliban Pulang dari Pengasingan

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)