Mau Direbut Taliban, Aset Bank Afghanistan Rp 135 T Keburu Diblokir

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 18 Agu 2021 12:51 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan menarik pasukannya dari Afghanistan mulai 1 Mei 2021. Keputusan itu diambil untuk mengakhiri konflik puluhan tahun di negara itu.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) membekukan aset Bank Sentral Afghanistan senilai US$ 9,5 miliar atau setara Rp 135,85 triliun (kurs Rp 14.300) dan menghentikan pengiriman uang tunai ke negara tersebut. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah pemerintah yang kini diambilalih Taliban mengakses uang tersebut.

Dikutip dari Bloomberg, Rabu (18/8/2021), hal tersebut telah terkonfirmasi oleh seorang pejabat pemerintah. Pejabat itu mengatakan, aset bank sentral apapun yang dimiliki oleh Afganistan tidak akan tersedia untuk Taliban. Aset tersebut tetap ada dalam daftar sanksi Departemen Keuangan.

Ajmal Ahmady, penjabat kepala Da Afghan Bank, bank sentral negara tersebut berkicau Senin pagi menyatakan telah mengetahuinya sejak Jumat. Pengiriman dolar akan berhenti ketika AS mencoba memblokir segala upaya Taliban untuk mendapat akses dana tersebut.

Da Afghan Bank memiliki aset US$ 9,5 miliar, sebagian besar ada di rekening Federal Reserve New York dan lembaga keuangan yang berbasis di AS.

Sanksi AS terhadap Taliban berarti mereka tidak dapat mengakses dana apa pun. Sebagian besar aset Da Afghan Bank saat ini tidak disimpan di Afghanistan, menurut dua orang yang mengetahui masalah tersebut. Sementara, Departemen Keuangan AS menolak berkomentar.

Simak juga video 'Wapres Afganistan Amrullah Saleh Umumkan Jadi Presiden Sementara':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/ara)