MRT Mulai Ngebor Terowongan dari HI ke Harmoni Oktober 2021

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 31 Agu 2021 13:30 WIB
Kereta MRT Jakarta yang tengah melakukan uji persinyalan telah melaju hingga stasiun terakhir di Bundaran HI. Untuk pertama kalinya, kereta MRT Jakarta melintas di jalur bawah tanah.
Foto: Istimewa/MRT Jakarta
Jakarta -

Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A terus berjalan. Dalam waktu dekat proyek yang bernama CP-201 ini bakal melakukan pengeboran terowongan dari Bundaran HI ke Harmoni.

Menurut Direktur Konstruksi MRT Jakarta Silvia Halim saat ini progress fisik dari proyek CP-201 per 25 Agustus sudah mencapai 20,46%. Rincinya proyek ini akan membangun terowongan darI Bundaran HI ke Harmoni dan Stasiun Thamrin dan Monas.

"Progress CP-201 yang membangun stasiun dan jalur terowongan MRT dari Bundaran HI sampai Harmoni. Ada juga dua stasiun yang dibangun, yaitu Thamrin dan Monas, saat ini progress fisiknya 20,46%," papar Silvia dalam diskusi virtual, Selasa (31/8/2021).

Dia mengatakan pekerjaan utama saat ini adalah melakukan pembangunan stasiun, saat ini penggalian sudah dilakukan. Pembangunan fisik stasiun juga sudah dimulai.

Di samping itu, beberapa pengalihan lalu lintas juga dilakukan di sekitar jalan MH Thamrin. Kemudian, ada juga beberapa bangunan mulai dari Tugu Jam, pos polisi, dan stasiun Transjakarta yang direlokasi.

Selain itu, Silvia mengatakan saat ini pihaknya sedang siap-siap untuk melakukan pengeboran terowongan dari Bundaran HI-Harmoni sepanjang 2,6 km.

"Kita sudah memulai persiapan penggalian di titik launching tunneling kita," ungkap Silvia.

Alat bor TBM (tunnel borring machine) diestimasikan akan tiba di Jakarta dan dipindahkan ke lokasi proyek pada bulan Oktober. Proses terkini, TBM sedang melalui accepted test di pabrik yang ada di China dan akan dimulai pengiriman ke Indonesia.

"TBM pertama kita estimasikan sampai di Jakarta dan dipindahkan ke lokasi kita di bulan Oktober, sudah dalam waktu dekat," papar Silvia.

Di sisi lain, untuk proyek CP 203 yang akan melakukan pembangunan terowongan dan stasiun dari kawasan Mangga Besar hingga Kota Tua sedang melakukan persiapan pembangunan.

"Untuk CP-203 kita masih banyak melakukan kegiatan persiapan, investigasi lalu lintas, investigasi kondisi tanah, survei kondisi bangunan, investigasi, arkeologi, dan lain-lain," ungkap Silvia.

Proses terkini, untuk proyek CP-203 akan segera melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Glodok-Kota Tua. Rencananya, Jalan Pintu Besar Selatan bakal ditutup secara bertahap.

Sementara itu, untuk proyek CP-202 dan CP-205 hingga saat ini masih melakukan proses penyelesaian kontrak langsung atau direct contracting dengan kontraktor yang ditunjuk MRT Jakarta dan pihak JICA. Proyek ini sempat mengalami penundaan karena tidak mendapatkan kontraktor.

Adapun paket CP 202 berupa pembangunan terowongan dari Harmoni ke Mangga Besar, sedangkan paket CP 205 berupa pengadaan sistem perkeretaapian.

Lihat juga video 'Penemuan Artefak di Proyek MRT Bundaran HI-Kota':

[Gambas:Video 20detik]



(hal/eds)