Bertolak ke Jepang, Menhub Bahas Percepatan Proyek Infrastruktur di RI

Khoirul Anam - detikFinance
Minggu, 05 Sep 2021 17:14 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau progres pembangunan KA Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport).
Foto: Kemenhub
Jakarta -

Kementerian Perhubungan mendorong Pemerintah Jepang untuk memastikan percepatan kerja sama pelaksanaan proyek pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia. Ini dilakukan agar proyek dapat berjalan sesuai target waktu yang ditetapkan, seperti Pembangunan MRT Fase 2, KA Makassar-Parepare, Pelabuhan Patimban, dan Proving Ground BPLJSKB Bekasi.

Diketahui, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara khusus bertolak ke Jepang untuk bertemu langsung dengan sejumlah pihak, seperti Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang (Minister of Land, Infrastructure, Transportation, and Tourism) AKABA Kazuyoshi, Penasihat Khusus Perdana Menteri Jepang, Menteri Negara Urusan Luar Negeri Jepang, dan Mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda.

Sementara dari pihak lembaga keuangan Jepang, yaitu CEO Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Tadashi Maeda, serta beberapa pihak non-pemerintah Jepang lainnya.

"Kami ingin melakukan pertemuan Government to Government (G to G) dengan Pemerintah Jepang sehingga akan lebih memuluskan dan mempercepat kerja sama Government to Business (G to B) maupun Business to Business (B to B) dalam empat proyek pembangunan infrastruktur transportasi yang dikerjasamakan oleh kedua negara. Sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo untuk mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur nasional termasuk transportasi, kami menginginkan proyek kerja sama kedua negara ini dapat terus dipercepat dan berjalan sesuai dengan rencana," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (5/9/2021).

Ia berharap, Pemerintah Jepang dapat mendorong perusahaan dan konsorsium Jepang yang berpartisipasi untuk lebih serius dalam menyelesaikan pembangunan proyek sesuai yang diharapkan. Selain itu, ia juga mendorong Pemerintah Jepang untuk mengajak perusahaan lainnya untuk mengikuti proses tender beberapa proyek pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia.

Ia menjelaskan, dari keempat proyek yang dikerjasamakan dengan Jepang, dua di antaranya masih memerlukan keseriusan, komitmen, dan upaya keras pihak Jepang. Sementara dua proyek lainnya tengah berproses dan diharapkan akan dapat terus berjalan sesuai rencana dan harapan.

Diketahui, pada proyek MRT Fase 2, masih terdapat permasalahan pada harga penawaran yang terlalu tinggi dari kontraktor Jepang. Untuk itu, Budi Karya meminta pihak Jepang melakukan penyesuaian harga agar pembangunan dapat dilanjutkan.

Sementara proyek Pelabuhan Patimban, Pemerintah Jepang diminta untuk ikut mempercepat pembentukan konsorsium Jepang-Indonesia dalam pengoperasian Car Terminal dan Container Terminal di Pelabuhan Patimban, yaitu antara PT Pelabuhan Patimban Internasional dan Toyota Tsusho Corporation yang masih dalam tahap negosiasi. Ia juga akan secara khusus mengupayakan kenaikan TKDN Indonesia pada proyek Pelabuhan Patimban yang dikerjasamakan dengan Jepang.

Budi Karya menegaskan, Indonesia menyambut baik ketertarikan Jepang untuk berpartisipasi dalam proyek KPBU pembangunan Proving Ground di Bekasi. Saat ini proyek tersebut tengah dalam proses pelelangan, yakni terdapat perusahaan Jepang yang mengikuti lelang tersebut. Budi Karya berharap terdapat perusahaan Jepang lainnya sehingga proses lelang dapat menghasilkan yang terbaik.

Dalam proyek Pelabuhan Patimban dan Proving Ground Bekasi, ia juga akan menjajaki untuk mendapatkan dukungan sumber pembiayaan dengan biaya yang kompetitif dan mampu memberikan bunga pinjaman yang rendah baik melalui investor maupun dari lembaga keuangan Jepang.

Kemudian, pada proyek Kereta Api Makassar-Parepare saat ini tengah dalam proses menuju Financial Close. Proyek ini terbagi menjadi lima segmen, dengan satu segmen diproyeksikan akan dapat beroperasi di akhir 2021 atau awal 2022.

Ia mengatakan, dukungan Jepang dibutuhkan dalam pengoperasiannya secara penuh dan ideal. Karena itu ia juga akan memanfaatkan kesempatan kunjungan untuk mencari informasi mengenai kemungkinan pemberian hibah lokomotif dan gerbong kereta dari Jepang.

"Saya berharap kedatangan saya ke Jepang dapat membawa hasil baik, bermanfaat, dan khususnya dapat mengatasi beberapa kendala yang terjadi, mendorong proses, sekaligus percepatan pembangunan proyek infrastruktur transportasi Indonesia. Kami meyakini kelanjutan kerja sama kedua negara sangat penting dan bermanfaat untuk memperkuat hubungan kerja sama dan meningkatkan hubungan ekonomi yang selama ini sudah berjalan dengan baik, khususnya dalam ikut membantu upaya pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi ini," ujarnya.

Sebagai informasi, Budi Karya mendarat di Tokyo pada hari ini dan disambut oleh Dubes Jepang. Kunjungan kerja akan berlangsung hingga Rabu (8/9) mendatang. Delegasi Indonesia yang turut hadir selain dari Kemenhub adalah Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi serta Kementerian Investasi.

Selama berada di Jepang, semua pertemuan dilakukan hanya di lingkungan hotel tempat menginap, kecuali pertemuan dengan para Menteri Jepang. Seluruh delegasi pun diwajibkan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 yang sangat ketat dan mengikuti aturan travel bubble yang berlaku di Jepang.



Simak Video "Menhub Ingin Proyek Pengujian Kendaraan di Bekasi Bertaraf Eropa"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)