9 Proyek Strategis di Bali Telan Rp 12 T, Begini Rinciannya

ADVERTISEMENT

9 Proyek Strategis di Bali Telan Rp 12 T, Begini Rinciannya

Sui Suadnyana - detikFinance
Minggu, 05 Sep 2021 19:31 WIB
Icon yang selalu ada di setiap sudut destinasi di Pulau Bali
Foto: detik

Koster menuturkan, diantara pembangunan tersebut, terdapat dua program sangat strategis dan monumental sebagai penanda baru sejarah Bali. Dua pembangunan itu dinilai menjadi yang paling penting memasuki Bali era baru yakni pembangunan perlindungan kawasan suci Pura Agung Besakih dan pusat kebudayaan Bali.

Pembangunan kawasan suci Pura Agung Besakih telah dilaksanakan peletakan batu pertama pada Rabu (18/8) oleh Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Adapun total anggatan yang diperlukan yakni Rp 900 miliar yang bersumber dari APBN Kementerian PUPR sebesar Rp 500 miliar dan APBD semesta berencana Provinsi Bali sebesar Rp 400 miliar. Pembangunan direncanakan selesai pada tahun 2022.

Kemudian kawasan pusat kebudayaan Bali dibangun terdiri dari tiga zona, yaitu zona inti, zona penunjang dan zona penyangga. Koster mengatakan, proyek itu ditata dengan menerapkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi.

Kawasan pusat kebudayaan Bali dibangun diatas lahan seluas 334 hektar di Klungkung. Pembangunan telah dimulai pada 2020 dengan tahapan pembebasan lahan, membangun sungai buatan atau normalisasi Tukad Unda dan dilanjutkan pematangan lahan yang akan selesai pada akhir tahun ini. Penuntasan perencanaan desain semua unit bangunan selesai pada akhir tahun 2021.

Total anggaran yang diperlukan untuk pembangunan pusat kebudayaan Bali yakni sebesar Rp 2,5 triliun. Dana itu bersumber dari APBN Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan dan APBD Provinsi Bali yang bersumber dari program pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp 1,5 triliun. Pembangunan fisik pusat kebudayaan Bali akan dimulai pada 2022 dan direncanakan selesai 2023.

Koster menegaskan, pembangunan perlindungan kawasan suci Pura Agung Besakih dan pusat kebudayaan didedikasikan untuk kebangkitan serta kesinambungan kejayaan peradaban Bali sebagai Padma Bhuana dari era kerajaan Bali kuno dengan Raja Udayana abad ke-11 dan Kerajaan Gelgel dengan Raja Dalem Waturenggong abad ke-15

"Kita sangat bersyukur dalam kondisi pandemi COVID-19 di tengah menurunnya pendapatan negara pembangunan dengan anggaran sangat besar tetap dapat terlaksana sesuai rencana," kata Koster bersyukur.


(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT