4 Desa di RI yang Warganya Mendadak Jadi Miliarder

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 06 Sep 2021 21:00 WIB
Masih ingat dengan Kampung Miliarder di Tuban yang viral karena banyak warganya memborong mobil? Begini kondisinya saat ini.
Kampung Miliader Tuban/Foto: Ainur Rofiq
Jakarta -

Pembebasan lahan tak selamanya menyimpan kisah pahit. Terkadang, ada kisah-kisah menarik yang muncul seperti adanya warga yang tiba-tiba menjadi miliarder.

Warga yang tergusur proyek mendadak tajir melintir karena mendapat ganti rugi untuk pembebasan lahan yang nilainya besar. Hal ini sebagaimana yang terjadi di Tuban, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Warga menjadi miliarder karena mendapat ganti rugi untuk proyek kilang. Menariknya, para warga ini kemudian berbondong-bondong membeli mobil baru hingga akhirnya viral.

Cerita mengenai warga mendadak jadi miliarder sejatinya tidak hanya terjadi di Tuban. Berikut empat desa yang warganya mendadak jadi miliarder:

1. Yogyakarta

Padukuhan dan desa di Kalurahan Tirtonadi, Kecamatan Mlati, Sleman, belakangan ramai. Sebagian warga jadi miliarder dadakan karena mendapat kompensasi atas lahan untuk proyek Tol Yogyakarta-Bawen.

Salah satu warga yang mendapatkan uang miliaran adalah Sumianto (50). Lahannya seluas 500 meter diganti uang Rp 2,4 miliar. Dia membelanjakan uangnya untuk tanah dan 3 mobil.

Dalam keterangan PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) yang diterima detikcom, Senin (6/9/2021) dijelaskan, dalam waktu enam bulan sejak dikeluarkan izin penetapan lokasi di wilayah Yogyakarta seluruh anggaran pembebasan lahan tahun 2021 tahap 1 dari LMAN sudah terserap seluruhnya dengan besaran Rp 365 miliar.

JJB telah melakukan tiga kali pembayaran uang ganti rugi kepada masyarakat di Desa Tirtoadi, Sleman, Yogyakarta. Pembayaran pertama dilaksanakan pada tanggal 30 Juni-1 Juli 2021 sebanyak 38 bidang tanah dan 4 bangunan dengan total biaya Rp 63 miliar.

Pembayaran kedua pada tanggal 4-5 Agustus 2021 sebanyak 96 bidang dengan total Rp 102 miliar. Lalu, pembayaran ketiga sebanyak 126 bidang telah diserahterimakan melalui mekanisme pembayaran langsung dengan nilai total sebesar Rp 164 miliar.

Sebagai gambaran, untuk penyelesaian pembebasan lahan Seksi 1 (Yogyakarta-Banyurejo) sepanjang 8,77 km membutuhkan alokasi untuk pembebasan lahan di 2021 sebesar Rp 1,5 triliun. Sehingga, dengan terserapnya alokasi sebanyak Rp 365 miliar ini, masih dibutuhkan anggaran di 2021 sekitar Rp 1,135 triliun.

2. Sulawesi Selatan

Desa yang kini menjadi desa miliarder adalah Desa Kale Komara, di Takalar, Sulawesi Selatan. Warga desa tersebut mendapat ganti rugi lahan proyek bendungan.

Dulu, pembebasan lahan milik warga untuk proyek bendungan Pammukkulu sebelumnya ramai diprotes karena nilainya hanya Rp 3.500 per meter. Warga setempat kemudian rutin melakukan unjuk rasa sejak awal 2019 hingga sepanjang 2020 untuk memprotes nilai ganti rugi lahan tersebut.

"Sekarang ganti rugi per meter itu bervariasi, ada yang Rp 20 ribu per meter dan ada yang Rp 25 ribu," ujar salah seorang warga Kale Komara, Parawansa, kepada wartawan, Rabu (19/5/2021).

Dari hasil itulah, warga mulai membeli mobil biasa hingga truk. "Puluhan orang kalau yang beli mobil, ada sekitar 20. Tapi ada juga yang beli mobil besar, mobil tongkang," katanya.

Parawansa menyebut dia dan warga lainnya pada bulan puasa lalu menerima uang ganti rugi lahan untuk pembangunan Bendungan Pammukkulu milik pemerintah. Ratusan juta telah dipegang oleh Parawansa.

"Kalau saya baru terima kurang-lebih Rp 700 juta. Belum semua itu (belum semua lahan tuntas ganti ruginya)," ujar Parawansa.

Warga lain, menurut Parawansa, mendapat uang ganti rugi lebih tinggi. Bahkan, hingga miliaran rupiah.

"Ada yang sampai Rp 4 miliar, Rp 3 miliar, Rp 7 miliar, sudah banyak yang terbayarkan itu dan banyak juga yang belum terbayarkan," ungkapnya.

Tak hanya membeli mobil, banyak warga lainnya juga menggunakan uang hasil ganti rugi lahan mereka untuk kepentingan investasi.

Lihat juga video 'Menengok Desa Miliarder Dadakan di Takalar Sulsel':

[Gambas:Video 20detik]



Ada desa miliarder lain di Kuningan, Jawa Barat. Cek halaman berikutnya.

3. Jawa Barat

Warga di Desa Kawungsari, Kecamatan Cibereum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menjadi sorotan publik. Desa tersebut saat ini dijuluki 'desa miliarder' dan warganya memborong sepeda motor serta mobil. Hal itu tidak terlepas dari adanya pembangunan Bendungan Kuningan.

Pembangunan Bendungan Kuningan membuat 362 kepala keluarga di Desa Kawungsari harus merelakan rumah dan lahannya dibeli pemerintah guna melancarkan proyek nasional tersebut.

Kepala Desa Kawungsari Kusto mengatakan ada 386 bidang tanah beserta bangunan milik warga yang dibeli pemerintah. Dari total bidang tanah itu, menurut Kusto, baru 279 bidang yang telah mendapat uang ganti untung senilai Rp 149 miliar.

"279 bidang sudah cair nilainya Rp 149 miliar. Sisanya masih menunggu pembayaran karena ada beberapa hal yang masih belum lengkap berkasnya," kata Kusto saat ditemui detikcom di kantornya, Senin (22/2/2021).

Menurutnya, uang ganti untung yang diberikan kepada warga jumlahnya berbeda-beda, tergantung dari bidang tanah dan bangunan yang dimiliki. "Yang terkecil itu warga nerima uang ganti untuk Rp 150 juta. Yang paling banyak ada hampir mencapai Rp 1,6 miliar. Kalau saya sendiri dapat Rp 700 juta, tapi saya termasuk yang belum cair uangnya," ujar Kusto.

4. Jawa Timur

Warga di desa Tuban mendadak viral karena memborong ratusan mobil baru. Mereka mendadak menjadi miliarder usai menerima uang ganti rugi pembebasan lahan untuk proyek kilang yang merupakan kerja sama antara Pertamina dan perusahaan asal Rusia, Rosneft.

Aksi yang viral itu terjadi di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban. Hal itu pun dibenarkan oleh Kades Sumurgeneng, Gihanto. Menurutnya, warga beramai-ramai memborong mobil baru usai menerima uang ganti rugi pembebasan lahan untuk pembangunan kilang minyak, dari Pertamina dan Rosneft, perusahaan asal Rusia.

Tanah warga dibayar dengan harga Rp 600 ribu sampai Rp 800 ribu per meternya. Ia menambahkan, uang yang diterima warga terbilang banyak sehingga mereka memutuskan membeli mobil, yang bisa digunakan untuk sehari-hari.

"Sampai sekarang sudah ada sekitar 176 mobil baru yang datang. Terakhir kemarin ada 17 mobil baru," kata Gihanto saat dihubungi detikcom, Selasa (16/2/2021).

Menurutnya, rata-rata warga mendapatkan uang ganti rugi pembebasan lahan oleh Pertamina Rp 8 miliar. Lalu ada warga dengan kepemilikan lahan 4 hektare yang menerima Rp 26 miliar.

"Ada juga warga Surabaya yang memiliki lahan di sini mendapat Rp 28 miliar," imbuh Gihanto.

(acd/ara)