Kurangi Utang, Jasa Marga Mulai Pilah-pilih Tol yang Mau Dijual

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 08 Sep 2021 15:10 WIB
Dua ruas tol Trans Sumatera akan diresmikan Presiden Jokowi. Tol Medan-Binjai seksi 2 dan 3 (Helvetia-Binjai) sepanjang 10,46 km dan Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi seksi 2-6 (Parbarakan-Sei Rampah) sepanjang 41,65 km.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mulai memilih-milih ruas tol yang dimiliki untuk dilakukan divestasi atau penjualan saham. Tujuannya untuk menjaga neraca keuangan dari guncangan utang.

Corporate Finance Group Head Jasa Marga, Eka Setya Adrianto mengatakan, divestasi jalan tol memang merupakan bagian dari rencana perusahaan saat ini untuk mengurangi porsi utang atau deleveraging.

"Divestasi memang bagian dari wacana kita untuk deleveraging kita punya balance sheet. Kan kita tahu selama ini Jasa Marga bangunnya pakai utang padahal idealnya bangun tol itu 70-30," ucapnya dalam acara Public Expose Live 2021, Rabu (8/9/2021).

Eka pun menjelaskan alasan perusahaan selama ini lebih memilih utang untuk membiayai seluruh proyek pembangunan jalan tol. Salah satunya karena lebih mudah dari sisi cost of capital dibandingkan menggunakan modal sendiri.

Oleh karena itu, untuk menjaga keseimbangan neraca keuangan perusahaan, Jasa Marga tengah memilih ruas tol yang akan dijual. Namun Eka menegaskan bahwa perusahaan tetap akan menjaga kepemilikan mayoritas. Artinya ruas tol yang akan dijual tetap 51% dipegang oleh Jasa Marga.

"Secara prinsip Jasa Marga ingin maintenance majority yaitu 51%. Jadi kita akan optimalkan ruas-ruas dimana Jasa Marga memiliki porsi saham yang masih cukup besar, ada di beberapa anak perusahaan," terangnya.

Sementara untuk waktunya, Eka menegaskan bahwa perusahaan tidak akan terburu-buru menjual ruas tol yang dimiliki. Meski butuh untuk menjaga neraca keuangan, Jasa Marga tetap ingin untung saat melakukan divestasi ruas tol.

"Ini kan kayak jualan rumah, kalau jualannya buru-buru ya harganya nggak optimal. Jadi secara prinsip kita nanti lihat momentumnya. Karena pada prinsipnya tidak hanya target deleveraging tapi juga target profitabilitas yang kita kejar," tegasnya.

Untuk jenis tol yang akan dipilih, menurut Eka seluruh ruas tol milik Jasa Marga bisa didivestasikan, sebab sudah beroperasi. Namun dia belum mengatakan dengan pasti mana saja ruas tol yang akan dilego.

"Nanti tergantung ekspektasi dari investor dan kebutuhan kita terkait modal," tutupnya.

Tonton juga Video: Menjajal Bayar Tol Tanpa Berhenti di Wilayah Jakarta

[Gambas:Video 20detik]



(das/eds)