Lika-liku Proyek Tol Yogya-Bawen hingga Bikin Desa Miliarder

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 08 Sep 2021 05:30 WIB
Ilustrasi proyek Yogyakarta-Solo
Ilustrasi/Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Jakarta -

Pembebasan lahan untuk proyek Tol Yogyakarta-Bawen masih terus berjalan. Pembebasan lahan ini membawa berkah bagi sejumlah warga di Sleman, Yogyakarta karena mendapat ganti rugi hingga miliaran rupiah.

Mundur ke belakang, wacana pembangunan tol ini sudah ada dari beberapa tahun lalu. detikcom mencatat, wacana pembangunan tol ini sudah ada di awal tahun 2017 lalu.

Kala itu, pemerintah menyatakan akan membangun sejumlah infrastruktur pendukung dan meningkatkan konektivitas di kawasan wisata Borobudur. Salah satu yang akan dibangun ialah Tol Yogyakarta-Bawen.

Studi kelayakan pun disusun. Saat itu, proyek ini direncanakan mulai konstruksi pada tahun 2018.

"Pembangunan jalan tol jangan sampai melemahkan ekonomi lokal. Untuk itu harus dikaji betul dampaknya, termasuk dampak lingkungannya," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, 29 Januari 2017.

Proyek ini pun kemudian masuk dalam prioritas pemerintah. Proyek ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017.

Namun, pembangunan tol ini tak lepas dari polemik. Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X sempat mengusulkan agar rencana tol itu diubah menjadi jalan layang. Menurutnya, tak masalah jika Yogyakarta tidak dilalui tol, lebih baik dibangun Outer Ring Road (Jalan Lingkar Luar) Yogyakarta.

"Kami mengajukan permohonan untuk Outer Ring Road," kata Sultan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Sultan menjelaskan, rencana pembangunan tol melintasi DIY sudah ada sejak 10 hingga 15 tahun yang lalu, Tol Yogyakarta-Solo misalnya. Namun karena banyak situs-situs cagar budaya di sekitar rencana trase tol itu, misalnya yang paling mencolok mata adalah Candi Prambanan, maka itu menjadi tidak mungkin.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dipandangnya juga tak bakal mengizinkan proyek itu. Maka itu, perlu dicari sebuah solusi alternatif.

"Kami mohon, apa tidak bisa elevated (melayang)? Jadi di atas Ring Road yang sekarang ada itu dikasih tiang pancang lagi sehingga berupa jembatan di atasnya. Nah, prinsip itu diterima," tuturnya.

Belum ada kepastian rute kala itu. Cek halaman berikutnya.

Simak video 'Kisah 4 Desa di RI yang Warganya Mendadak Jadi Miliarder':

[Gambas:Video 20detik]