Butuh Rp 547 T Tuntaskan Pembangunan Tol Trans Sumatera, Duitnya dari Mana?

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 09 Sep 2021 09:58 WIB
Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan jalan tol Trans Sumatera ruas Palembang-Bengkulu Seksi Indralaya-Prabumulih di Indralaya, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (18/3/2021). Progres pembangunan Jalan Tol Palembang-Muaraenim ruas Indralaya-Prabumulih sepanjang 64,8Km tersebut sudah mencapai 30,4 persen dan ditargetkan rampung pada Semester II tahun 2022. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww.
Pembangunan jalan tol Trans Sumatera ruas Palembang-Bengkulu Seksi Indralaya-Prabumulih di Indralaya, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan/Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Jakarta -

Wakil Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Aloysius Kiik Ro menyebut untuk menuntaskan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) membutuhkan dana Rp 547,16 triliun.

Dana tersebut dibutuhkan untuk menuntaskan pembangunan tahap I hingga IV yang terdiri dari 24 ruas tol sepanjang 2.813 km.

"Rencana besarannya, masterplan itu adalah 24 ruas terbentang dari Bakauheni sampai dengan Banda Aceh sepanjang 2.813 km dengan total project cost sebesar Rp 547,16 triliun," katanya dalam webinar HK Academy, Kamis (9/9/2021).

Sementara yang saat ini sedang dikejar adalah pembangunan tahap I yang menelan dana Rp 152,267 triliun. Sebagian ruas tol JTTS tahap I sudah beroperasi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto mengatakan hingga kini perusahaan pelat merah itu sudah mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) Rp 33 triliun. Itu adalah dana yang dikucurkan untuk membangun JTTS.

"Pemerintah telah menugaskan Hutama Karya untuk mengembangkan Jalan Tol Trans Sumatera, yang sampai saat ini kami telah menerima dukungan dari pemerintah sebesar Rp 33 triliun dalam bentuk PMN yang telah kami gunakan untuk membangun berbagai ruas di Sumatera saat ini," tuturnya.

Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo menuturkan di tahun ini Hutama Karya sudah mendapatkan kucuran PMN Rp 6,2 triliun. BUMN Karya itu akan kembali mendapatkan kucuran dana Rp 19 triliun hingga akhir 2021.

"Tambahan PMN sebesar Rp 19 triliun di akhir tahun 2021. Dukungan tambahan dana ini dimaksudkan untuk mempercepat penyelesaian beberapa ruas utama tol HK, yaitu Medan-Binjai, Binjai-Langsa, Pekanbaru-Dumai, Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat," tambahnya.

Simak juga video 'Ini 17 Tol yang Ditargetkan Beroperasi di 2021':

[Gambas:Video 20detik]



(toy/ara)