Bandara Kertajati Mau Disulap Jadi Bengkel Pesawat, Sampai Mana Prosesnya?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 12 Sep 2021 18:28 WIB
Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, Majalengka, masih terus menjadi pembahasan banyak orang karena kondisinya yang sepi. Begini penampakan sepinya bandara tersebut.
Foto: Bima Bagaskara
Jakarta -

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka Jawa Barat bakal disulap jadi bengkel perawatan pesawat atau maintenance, repair and overhaul (MRO). Keputusan ini merupakan hasil dari rapat terbatas yang dilakukan kabinet Maret lalu.

Menurut Direktur Utama BIJB Salahuddin Rafi proyek ini masih berada pada tahap tender alias lelang kontraktor proyek. Pihaknya sejauh ini masih berkoordinasi dengan Kemenhub dan Kemenhan soal proyek ini.

Rafi mengatakan tender sempat dilakukan namun batal karena adanya pandemi, saat ini tender dilakukan kembali. Rencananya, proses tender proyek bakal selesai bulan ini.

"Pengembangan bisnis MRO, kita baru mau tender ulang buat MRO karena pandemi kan banyak yang batal maka kita ulang. Kita kerja sama dengan Kemenhub dan Kemenhan soal masalah itu," ungkap Rafi ketika dihubungi detikcom, Minggu (12/9/2021).

Dalam catatan detikcom, pihak BIJB telah menyiapkan lahan seluas 67 hektare. Pembangunan MRO tahap I ditargetkan berdiri di atas lahan 30 hektare. Pengerjaannya bisa dikebut dalam waktu satu tahun seiring dengan pengoperasian Tol Cisumdawu.

BIJB akan bekerja sama dengan PT Garuda Maintenance Facillity (GMF) dalam menggarap proyek ini. BIJB sudah memiliki lahan dan dokumen teknis, sedangkan GMF siap dengan mengelola dengan kemampuan SDM dan sertifikasi yang sudah dimiliki, yang dibutuhkan hanya kontraktor pembangun fasilitas MRO.

Fasilitas MRO yang bakal dibangun BIJB ini rencananya akan menyasar perawatan pesawat TNI Polri dan juga BNPB. Khusus buat BNPB, fasilitas ini bakal berguna sebagai markas helikopter pemadam api.

VP of Corporate Secretary & Legal BIJB Handika Suryo menambahkan pihaknya juga akan mengembangkan bisnis fasilitas pendukung bandara. Salah satunya adalah menggarap hotel yang terletak di kawasan integrasi cargo village.

"Manajemen juga fokus pada pengembangan bisnis untuk melengkapi fasilitas bandara. Seperti Hotel yang mulai akan dibangun pada waktu dekat sebagai bagian dari integrated building Cargo Village," papar Handika.

(hal/dna)