Waswas Nasib Kereta Cepat JKT-BDG Sepi Bak Bandara Kertajati

Siti Fatimah - detikFinance
Sabtu, 11 Sep 2021 10:00 WIB
Pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di kawasan Cigondewah terus dikebut. Begini penampakan terkininya!
Pembangunan Kereta Cepat JKT-BDG/Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung disorot berbagai pihak, termasuk pengamat transportasi. Mereka mengkhawatirkan kereta cepat akan bernasib sama dengan Bandara Kertajati yang sepi dan kini beralih fungsi menjadi bengkel pesawat.

Ketua Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas mengatakan, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang saat ini masih dalam tahap pembangunan tak menutup kemungkinan bernasib sama dengan Bandara Kertajati. Hal itu akan terjadi jika kereta cepat sepi penumpang karena tarif yang tinggi.

"Iya artinya keretanya kosong, padahal investasinya besar. Itu yang lebih urgensi. Sangat mungkin (bernasib sama seperti Bandara Kertajati)," kata Darmaningtyas saat dihubungi detikcom, Jumat (10/9/2021).

Lebih lanjut, kondisi tersebut akan bergantung pada fleksibilitas tarif yang dipatok. Artinya, jika tarif tinggi maka penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan sedikit.

"Tapi itu akan bergantung pada tarif. Bedanya gini (dengan bandara) kereta cepat ini misalnya penumpangnya sepi, dia pasti akan menurunkan tarif supaya penumpang banyak. Jadi agak sedikit beda dengan Bandara Kertajati, kalau bandara itu kan sangat tergantung pada akses ke sana. Tapi kalau kereta cepat ini sangat tergantung pada tiket, ini soal mekanisme pasar," ujarnya.

Seperti diketahui, dari catatan detikcom pihak KCIC sempat menyebut tarif Kereta Cepat Jakarta-Bandung tidak akan lebih dari Rp 300 ribu. Darmaningtyas mengusulkan tarif tersebut diturunkan hingga Rp 150 ribu.

"Itu diserahin ke mekanisme pasar saja. Kalo misalnya Rp 200 ribu masih sepi bisa diturunin jadi Rp 150 ribu. Kalau masih sepi turunin lagi pada angka berapa ramainya, itulah tarif yang pas," tuturnya.

Jika harus memilih melakukan perjalanan dari Jakarta ke Bandung, dia mengakui lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi. "Kalau saya pergi berdua atau berempat akan memilih kendaraan pribadi. Dengan kendaraan pribadi Jakarta Bandung cukup Rp 200 ribu. Kalau naik kereta cepat, sekali perjalanan aja udah Rp 800 ribu kalau tarifnya Rp 200 ribu mending kendaraan pribadi," ujarnya.

Namun ada pandangan berbeda soal Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Cek halaman berikutnya.