LRT Jabodebek Bisa Dijajal Tahun Depan, Ini 3 Fakta Terkininya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 15 Sep 2021 18:00 WIB
Operasi LRT Jabodebek mundur dari target. Awalnya ditargetkan bisa beroperasi di akhir 2021, namun kini mundur ke pertengahan 2022.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Tahun depan, layanan transportasi umum baru bakal beroperasi di Jakarta. Layanan tersebut adalah LRT Jabodebek yang rencananya bakal beroperasi di pertengahan tahun 2022.

Saat ini PT KAI (Persero) tengah mempersiapkan operasional LRT Jabodebek, baik sarana, prasarana, fasilitas pelayanan penumpang, maupun perizinan-perizinan yang diperlukan.

"Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional, tentu kehadiran LRT Jabodebek sangat dinantikan untuk mendukung kegiatan bertransportasi masyarakat yang aman, nyaman dan bebas macet," ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangan tertulis, Rabu (15/9/2021).

Sudah nggak sabar naik LRT? Simak dulu 3 faktanya.

1. 18 Stasiun LRT Jabodebek

Pembangunan proyek LRT Jabodebek semakin menunjukan progress kesiapan yang signifikan. Hingga bulan September ini, progres pembangunan prasarana LRT Jabodebek mencapai 94,36%.

Rinciannya, Lintas Pelayanan I Cawang- Harjamukti sebesar 98,98%, Lintas Pelayanan II Cawang - Dukuh Atas sebesar 90,7%, dan Lintas Pelayanan III Cawang - Jatimulya sebesar 91,8%.

Selanjutnya progres akses stasiun sebesar 42,71%, konstruksi depo sebesar 51,39%, sarana sebesar 64,70%, dan integrasi sebesar 35,49%.

Nantinya terdapat 18 stasiun LRT Jabodebek yang melayani masyarakat yaitu Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, Harjamukti, Halim, Jatibening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat, dan Jatimulya.

Stasiun LRT Jabodebek berada di lokasi-lokasi strategis mulai dari kawasan perumahan hingga kawasan bisnis. Tujuannya untuk memudahkan para penglaju untuk bertransportasi dari dan menuju ibu kota atau wilayah lainnya.

Stasiun LRT terdiri dari dua tipe yaitu tipe Interchange Station yakni Stasiun Cawang dan tipe Typical Station untuk 17 stasiun lainnya. Perbedaan dari tipe stasiun ini adalah jumlah jalur, luas stasiun dan fasilitas tambahan yang ada di dalamnya.

Interchange Station terdiri dari 3 lantai dimana lantai 1 yaitu area boarding dan komersial, lantai 2 area peron, dan lantai 3 adalah area komersial. Sedangkan untuk tipe Typical Station terdiri dari 2 lantai, di mana lantai 1 adalah area boarding dan lantai 2 merupakan area peron.